Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Nasional dan Pejuang Kemerdekaan

Jumat 02-05-2025,19:53 WIB
Reporter : Mujitahidin
Editor : Budi Setiawan

BACA JUGA:Ketika Tawa Menjadi Mimpi Buruk: Mengapa Suara Tertawa Bisa Terasa Menyeramkan?

Mendirikan Perguruan Taman Siswa: Pendidikan untuk Semua

Setelah pulang dari pengasingannya, Ki Hajar Dewantara kian menyadari jika pendidikan sebagai kunci pembebasan bangsa kemudian mendirikan Perguruan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta.

Lembaga ini membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata, yang sebelumnya tersisih dari sistem pendidikan kolonial.

Taman Siswa bukan sekadar sekolah tapi melainkan wadah pembentukan karakter, nasionalisme dan kebebasan berpikir. 

Kurikulumnya menekankan kebudayaan Indonesia, kemandirian, dan penghormatan terhadap martabat manusia, sangat berbeda dari pola pendidikan kolonial yang hanya melahirkan pegawai rendahan.

BACA JUGA:Pando, Organisme Terbesar di Bumi Mulai ‘Bersuara’ Lewat Proyek Seni dan Sains

Prinsip pendidikannya melahirkan semboyan terkenal:

- Ing ngarsa sung tuladha (di depan memberi teladan)

- Ing madya mangun karsa (di tengah membangun semangat)

- Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)

Falsafah ini hingga kini menjadi ruh pendidikan Indonesia, dengan semboyan “Tut Wuri Handayani” dijadikan motto Kementerian Pendidikan.

BACA JUGA:Warna Terang Siput Laut: Mekanisme Canggih Melawan Ancaman di Lautan

Peran dalam Pemerintahan dan Warisan Abadi

Ki Hajar Dewantara dipercaya menjadi Menteri Pengajaran (Pendidikan) pertama Republik Indonesia pada tahun 1950 silam. 

Dalam posisinya ini, ia mengupayakan pembangunan sistem pendidikan nasional yang merdeka, adil, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Kategori :