• Tumis bumbu halus hingga harum, bagi menjadi dua bagian.
• Campurkan separuh bumbu dengan daun singkong, lalu masukkan ke dalam rongga ayam.
• Olesi permukaan ayam dengan sisa bumbu.
• Bungkus ayam dengan daun pisang, ikat erat.
• Kukus selama 1 jam hingga matang, lalu panggang sebentar dalam oven hingga aromanya keluar.
• Sajikan ayam betutu selagi hangat, lengkap dengan nasi putih.
BACA JUGA:Serius Pangan Nusantara: UMKM Kopi Lokal yang Melesat hingga Go Global Berkat Dukungan BRI
Pelengkap Sempurna: Lawar dan Sambal Matah
Lawar — campuran daging cincang, kelapa parut, dan sayuran segar berbumbu rempah, kerap menemani ayam betutu.
Sambal matah, dengan irisan bawang merah, cabai, dan serai segar, disiram minyak panas, menjadi penambah cita rasa yang wajib hadir.
Gabungan antara ayam betutu, lawar, dan sambal matah menciptakan pengalaman kuliner Bali yang autentik dan tak terlupakan.
Ayam betutu adalah simbol dari kekayaan rasa, filosofi hidup, dan nilai spiritual masyarakat Bali.
Dari sajian sakral hingga kuliner sehari-hari, ayam betutu tetap mempertahankan keaslian rasa dan makna yang mendalam.
Mencicipi ayam betutu bukan hanya sekadar menikmati makanan, tetapi juga memahami warisan budaya yang hidup hingga hari ini.(*)