Mengenal Hahiwang: Seni Tutur Penuh Emosi dari Lampung

Sabtu 26-04-2025,19:33 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Ia tidak bisa bertahan hanya dengan dokumentasi atau pengakuan sebagai warisan budaya. Yang dibutuhkan adalah pewarisan aktif melalui praktik dan pendidikan.

Tanpa pemahaman terhadap budaya dan bahasa lokal, generasi berikutnya mungkin tidak akan mengenal seni ini, apalagi melestarikannya.

 

Upaya Pelestarian dan Relevansi

Melestarikan hahiwang tidak hanya penting untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga untuk mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya. 

Seni ini mengajarkan seseorang untuk jujur terhadap perasaan mereka, dan menyampaikan kesedihan atau kerinduan dengan cara yang lembut dan berbudaya.

Di dunia yang semakin cepat dan penuh distraksi, keberadaan seni seperti hahiwang menjadi penting sebagai ruang untuk refleksi dan penyembuhan batin. 

Ia bisa menjadi pengingat bahwa emosi manusia adalah bagian penting dari kehidupan yang harus dirawat.

Pelestarian bisa dilakukan melalui banyak cara, mulai dari pengenalan di sekolah, pementasan seni lokal, hingga penyebaran melalui media sosial dan digital. 

Pemerintah daerah, komunitas seni, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan hahiwang tetap hidup.

Hahiwang adalah seni tutur yang mencerminkan kedalaman emosi dan kearifan lokal masyarakat Lampung.

Ia bukan sekadar bentuk hiburan, melainkan sarana ekspresi jiwa yang penuh makna. Seni ini mengajarkan bagaimana menyampaikan perasaan secara indah dan bermartabat.

Meski keberadaannya mulai tersisih oleh zaman, hahiwang masih bisa diselamatkan. Dengan kesadaran, cinta, dan komitmen terhadap budaya, seni ini bisa terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.(*)

Kategori :