Sebaliknya, mobil bensin masih lebih unggul dalam hal ketersediaan bahan bakar dan kecepatan pengisian.
Anda dapat dengan mudah menemukan SPBU di berbagai daerah, membuat mobil bensin lebih fleksibel untuk perjalanan jauh.
Nilai Jual Kembali
Mobil bensin memiliki nilai jual kembali yang lebih stabil karena pasarnya lebih luas dan banyak pembeli yang masih tertarik dengan kendaraan berbahan bakar konvensional.
Sebaliknya, mobil listrik masih menghadapi tantangan dalam hal depresiasi harga karena perkembangan teknologi baterai yang cepat dan keterbatasan pembeli di pasar sekunder.
Mana yang Lebih Irit?
Jika berbicara tentang efisiensi biaya operasional dan perawatan, mobil listrik jelas lebih unggul dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Namun, jika mempertimbangkan harga beli dan infrastruktur, mobil bensin masih lebih praktis di Indonesia.
Jadi, apakah Anda harus memilih mobil listrik atau tetap dengan mobil bensin? Itu tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup Anda.
Jika Anda sering berkendara jarak jauh dan tidak ingin repot mencari stasiun pengisian listrik, mobil bensin masih menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Namun, jika Anda ingin menghemat biaya bahan bakar dalam jangka panjang dan peduli terhadap lingkungan, mobil listrik adalah opsi yang menarik.