Biaya Operasional: Listrik vs Bensin
Salah satu faktor utama dalam menentukan keiritan adalah biaya operasional sehari-hari.
Mobil listrik menggunakan listrik sebagai sumber energi utama, yang secara umum lebih murah dibandingkan harga bensin per kilometer.
Sebagai contoh, rata-rata konsumsi listrik mobil listrik adalah sekitar 15-20 kWh per 100 km, sedangkan harga listrik di Indonesia sekitar Rp1.500-Rp2.500 per kWh. Jika dihitung, biaya perjalanan 100 km hanya berkisar Rp22.500-Rp50.000.
Sementara itu, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km/liter dan harga bensin Rp13.000 per liter akan menghabiskan sekitar Rp108.000 untuk jarak yang sama. Perbedaan ini cukup signifikan dalam jangka panjang.
Biaya Perawatan: Siapa yang Lebih Hemat?
Dari segi perawatan, mobil listrik cenderung lebih murah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, sehingga tidak membutuhkan penggantian oli, filter udara, atau perawatan mesin yang kompleks.
Sebaliknya, mobil bensin membutuhkan perawatan rutin seperti penggantian oli, servis mesin, dan pengecekan sistem bahan bakar.
Semua ini bisa menambah biaya pemilik kendaraan dalam jangka panjang.
Infrastruktur: Tantangan bagi Mobil Listrik
Salah satu tantangan utama mobil listrik di Indonesia adalah ketersediaan infrastruktur.
Stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) masih terbatas dibandingkan SPBU yang tersebar luas di seluruh negeri.
Selain itu, waktu pengisian daya mobil listrik yang memakan waktu lebih lama dibandingkan mengisi bensin menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengguna.