Apabila seorang istri tidak melakukan hal tersebut, maka insya Allah tercipta keluarga yang sakinah mawadah warohmah yang diridhoi Allah SWT.
Keenam cemburu yang berlebihan dalam berumah tangga rasa cemburu terkadang dibutuhkan sebagai bumbu untuk meningkatkan keharmonisan dalam keluarga.
Tapi dalam batas yang wajar rasa cemburu seorang istri terhadap suaminya menurut syariat Islam adalah ketika suami melakukan kemaksiatan sendiri seperti berzina menzalimi istri, mengurangi hak-hak istri dan sebagainya.
BACA JUGA:Gelaran World Surf League Krui Pro, Listrik PLN Berselancar Mulus Tanpa Kedip
Akan tetapi cemburu seorang istri akan menjadi bentuk kedurhakaan, terhadap Suami manakala cemburu tersebut tidak memiliki dasar yang jelas berupa bukti atau kebenaran.
Cemburu asal ada dasar yang jelas, dan tidak melampaui batas wajar. Kecemburuan karena sesuatu yang berlebihan sangatlah kurang baik.
Untuk itu bagi para istri kendalikan rasa cemburu yang hanya berdasar pada pemikiran ataupun tanpa bukti kebenaran yang jelas. Supaya tidak menimbulkan keretakan dalam rumah tangga.
Ketujuh kurang bisa menjaga perasaan suami, seorang istri yang baik haruslah selalu berusaha menyenangkan suaminya.
BACA JUGA:Pemerintah dan Masyarakat Pekon Ringin Jaya Adakan Gotong-Royong Rutin
Tidak perlu dengan hal-hal yang besar dulu. Hal kecil yang terkadang tidak disadari oleh seorang istri, akan tetapi mampu membawa dampak yang besar bagi suaminya.
Contohnya adalah menunjukkan wajah yang ramah, tidak bermuka masam, tersenyum kecil yang membuat suami sejuk memandangnya dan lain sebagainya.
Hal-hal lain tersebut, terkadang oleh sebagian istri sering dianggap remeh. Padahal kalau mau menyadari hal kecil tersebut, sangatlah berarti bagi seorang suami, dan mampu memunculkan rasa sayang suami kepada istrinya.
Selain itu ada hal yang lain yang tak kalah pentingnya yakni, selalu menjaga perbuatan dan ucapannya supaya tidak menyakiti hati suami.
BACA JUGA:Pemkab Pesisir Barat Akan Bentuk Tim Relawan Pemadam Kebakaran
Misalnya adalah mencaci atau berkata yang kasar, sering memojokkan suami sehingga terlihat salah di mata istri. Suka mengkritik perbuatan baik yang dilakukan suami, dan sebagainya.
Dari Muadz Bin Jabal radhiyallahu Anhu Rasulullah SAW pernah bersabda, Istri menyakiti suami di dunia, maka calon istrinya di akhirat dari kalangan Bidadari akan berkata.