Semiotika Kapal Jung Lampung, Wahana Bahtera Kehidupan Manusia

Sabtu 25-03-2023,08:33 WIB
Editor : Budi Setiyawan

DIANDRA NATAKEMBAHANG (Batin Budaya Poerba, Kebot Lamban Marga Agung, Gamolan Institute Lampung)

 

BAGI Jelma Lampung, Kapal Jung memiliki filosofi sebagai Bahtera Kehidupan yang mengantarkan manusia dari Alam Ruh/Alam Azali menuju ke Alam Dunia/Alam Fana dan kemudian dari Alam Dunia/Alam Fana menuju ke Alam Akhirat/Alam Baka. 

Kapal Jung juga memiliki filosofi berlayarnya insan dari Gelap menuju Cahaya, dari Ketiadaan menuju Keberadaan, dari Kefanaan menuju Keabadian dan dari Kenisbian menuju Kesejatian.

Masyarakat Adat Lampung sendiri memiliki beragam jenis Budaya Wastra merupakan produk kebudayaan yang menjadi local genius bagi Rumpun Pesagi Seminung dengan sebarannya di Provinsi Sumsel, Provinsi Lampung, selatan Bengkulu hingga Cikoneng di pantai barat Banten. 

BACA JUGA:Kayu Akha, Pohon Hayat Lampung, Lambang Pertumbuhan Kehidupan Insani

Beberapa wastra tradisional Rumpun Pesagi Seminung adalah Buppak/Rumpak merupakan tipikal dan prototipe dari kain songket, kemudian Tapis yakni wastra Lampung yang identik dengan benang emas, Pelepai/Nampan merupakan kain bagi kepentingan adat dengan filosofi bermotif Kapal Jung juga idiom idiom hayati, kemudian dikenal juga Kain Sebagi yaitu sejenis batik dalam terminologi Jelma Lampung.

Motif Kapal Jung merupakan salah satu motif yang teraplikasi pada Kain Pelepai sebagai satu diantara tekstil atau Wastra Tradisional Jelma Lampung. 


Underpass mural di Negeri Belanda Motif Kapal Jung Pelepai Lampung--

Kain Pelepai atawa Kain Nampan sebagai warisan tenun para Dapunta Pesagi Seminung ini merupakan kain tenun dengan motif yang menggunakan teknik kait dan kunci (key and rhomboid shape) dan telah dikenal eksistensinya bahkan sejak abad ke 2 Masehi. 

BACA JUGA:Makan dan Minum Ala Rasulullah

Dari kitab sejarah dinasti Liang diketahui bahwa antara tahun 430-475 M dari Kantoli/Kendali sebagai Ibu Negeri dari Sekala Bekhak Kuna telah beberapa kali mengirimkan utusannya ke Negeri Cina. 

Disebutkan bahwa Kendali terletak di Svarna Dipa yakni sebuah pulau di laut selatan, adat kebiasaannya serupa dengan Champa dan Khmer, negeri ini menghasilkan Pinang, Kapas dan Kain kain berwarna (Buppak, Tapis dan Pelepai).

Motif Kapal Jung akhirnya mencapai puncak eksistensinya saat ekspedisi para Dapunta Pesagi Seminung yakni Dapunta Hyang Jayanasa dan Dapunta Syailendra menaklukkan Mukha Upang dan mendirikan Kedatuan Srivijaya dengan Ibu Negerinya Minanga Komering. 

BACA JUGA:Mengatur Pola Tidur Saat Ramadhan

Kategori :