Pertarungan Metro Vs Lamteng di Porprov Lampung Berakhir Ricuh

Minggu 04-12-2022,10:05 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiyawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Perayan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung ke IX tahun 2022 sempat memanas. 

Pasalnya, di Laga Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola digelar di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Wayhalim, Bandarlampung berakhir ricuh, Sabtu (3/12). 

Kericuhan terjadi saat laga antara Kota Metro melawan Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Hal tersebut terjadi saat babak kedua dimana saat itu skor masih imbang 1-1.

Kericuhan tersebut diakibatkan karena adanya ketidakpuasan salah satu tim, atas putusan dari wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Kemudian salah satu pemain Metro tiba-tiba menyerang wasit. Setelah itu pemain lainnya juga ikut menyerang dua asisten wasit. 

Kemudian diikuti official yang juga terlibat baku hantam dengan komisioner pertandingan. 

Atas kejadian itu, pertandingan kemudian dihentikan dan tidak dilanjutkan kembali.

Usai kejadian itu, Ketua Asprov PSSI Lampung, Edy Syamsu meminta para tim untuk menjaga keamanan. 

Nantinya, PSSI Lampung bersama panitia, meminta agar semua official tim juga bisa saling menenangkan para pemainnya, bukan saling membakar emosi pemain.

"Kami minta para tim untuk membuat kesepakatan berani tidak menjaga keamanan. Saat teknikal meeting itu juga sebenarnya sudah disepakati, lalu diputuskan tanpa penonton, makanya diizinkan kepolisian," pinta Edy. 

Namun kenyataannya, beberapa pihak ada yang membawa suporter dengan alat musiknya. 

Untuk selanjutnya tidak ada toleransi dan pertandingan digelar tanpa penonton.

"Untuk kelanjutan pertandingan berikutnya masih jalan, karena itu insiden kecil namun bisa menimbulkan kerugian. Tapi yang jelas, berikutnya tidak ada penonton selain pengurus Askab dan perwakilan kontingen," jelasnya. 

Selanjutnya saat disinggung terkait sanksi yang bakal diberlakukan bagi tim yang terlibat kericuhan. 

PSSI Lampung belum bisa berkomentar sebab itu nanti kewenangannya ada pada panitia disiplin, yang mencatat semua kejadian, lalu dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, untuk disidangkan.  (ded/mlo)

Kategori :