Agus Istiqlal Buka Workshop Kewirausahaan Muda

Rabu 05-10-2022,21:10 WIB
Reporter : Yogi Astrayuda
Editor : Budi Setiyawan

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melaksanakan workshop peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda, yang dilaksanakan di aula Hotel Monalisa, Pekon Way Redak, pada Rabu (5/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesbar Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H, M.H., Plt. Direktur Penyerasian Pembangunan Sosial Kebudayaan dan Kelembagaan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Dr. Sumarlan, Koordinator penyerasian pembangunan, modal, sosial dan kelembagaan Raja Amin Hasibuan, SE.,MA.,MSE., Kepala Balai besar POM Bandar Lampung Drs. Zamroni, Apt, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Pesbar.

Dalam arahannya, Agus Istiqlal menyampaikan daerah tertinggal merupakan daerah yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

“Kriteria yang dinilai meliputi perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah,” kata dia.

BACA JUGA:Kemendesa Tetapkan Prioritas Penggunaan DD 2023

Dijelaskannya, Kabupaten Pesisir Barat merupakan salah satu daerah tertinggal dan menjadi satu-satunya daerah tertinggal di Provinsi Lampung yang telah ditetapkan dalam peraturan presiden republik indonesia nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024 pada tanggal 27 april 2020.

“Secara geografis Kabupaten Pesbar memiliki potensi wisata yang menarik karena terletak di sepanjang pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan samudera hindia dan dikelilingi lebatnya hutan tropis taman nasional bukit barisan,” jelasnya.

Menurutnya, permasalahan yang dihadapi di Pesbar adalah kurangnya jumlah wirausaha muda dengan produktivitas, serta kurang siapnya menghadapi daya saing yang tinggi. Sehingga perlu upaya meningkatkan daya saing, harus dimulai dari para pemuda wirausahawan yang telah ada serta menumbuhkan wirausaha atau minimal unit-unit usaha baru pada sektor-sektor yang produktif sesuai dengan potensi daerah.

“Saya minta agar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi melalui direktorat jenderal percepatan pembangunan daerah tertinggal agar dapat membantu menangani permasalahan kewirausahaan pemuda di kabupaten ini,” pungkasnya. (ygi/d1n/mlo)

 

 

Kategori :