Stok Vaksin PMK Tanggamus Habis

Minggu 03-07-2022,12:39 WIB
Reporter : Edi Herliansyah
Editor : Budi Setiyawan

TANGGAMUS, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kabupaten Tanggamus kehabisan stok Vaksin PMK. Hingga Minggu 03 Juli Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) setempat masih menunggu kiriman dari Kementerian Pertanian.

Vaksin PMK untuk mencegah hewan ternak agar tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku tersebut disalurkan Kementerian Pertanian melalui Pemda Provinsi. Selanjutnya baru Provinsi menyalurkannya kepada Kabupaten dan Kota.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan), drh. Ari Priyanto mewakili Kepala Disbunnak Tanggamus, Reza Efriansyah mengatakan, Kabupaten Tanggamus mendapat jatah vaksin PMK dari pusat melalui provinsi sebanyak 1000 dosis. 

Vaksin tersebut telah divaksinkan kepada 1.000 ekor sapi dan kerbau, milik para peternak di dua kecamatan yakni, Kotaagung dan Gisting, terang dr. Ari Priyanto. 

"Nah, sekarang stok Vaksin PMK telah habis. Kami masih menunggu pengiriman dari kementerian Pertanian melalui Provinsi,' kata dr. Ari Priyanto. 

Diterangkannya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan petugas Keswan secara door to door. Karena peternak di Tanggamus mayoritas mengandangkan hewan ternaknya. 

Pemberian vaksin PMK lanjut dr. Ari Priyanto bertujuan untuk mencegah agar hewan ternak tidak terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku. 

Ari Priyanto menambahkan, dengan habisnya stok Vaksin, maka jumlah sementara ternak yang telah divaksin baru sekitar 20 persen dari populasi hewan ternak di Tanggamus. 

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Bupati Tanggamus Dewi Handajani me-launching posko kesehatan hewan pencegahan PMK yang berada di Rest Area Pugung. 

Kegiatan ini dalam rangka percepatan pencegahan wabah PMK pada ternak.

PMK ini disebabkan oleh infeksi Aphthovirus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuku genap/belah.

Penularan PMK ini bisa terjadi antara lain melalui udara, kontak langsung (luka, leleran hidung, feses). Kemudian kontak tidak langsung (pakaian, sepatu, dan lain lain). 

Kabupaten Tanggamus memiliki populasi ternak sebanyak 7.003 ekor sapi, 941 ekor kerbau, 191.263 ekor kambing dan 8.110 ekor domba. 

”Melihat potensi tersebut perlu dilakukan upaya serius guna pencegahan terhadap ternak agar PMK ini tidak sampai mewabah di Tanggamus,” kata Dewi Handajani.

Sebagai langkah konkret yang telah dan akan dilaksanakan dalam upaya percepatan pencegahan PMK pada ternak yaitu vaksinasi serentak dari 27 Juni sampai 1 Juli 2022.

Tahap satu dengan target 1.000 dosis vaksin. Dimulai dari ternak sapi dan kerbau di Kecamatan Gisting.

”Saya harapkan ada peran aktif aparat pekon untuk dapat memberitahukan kepada warganya agar segera melaporkan hewan ternaknya kepada petugas untuk diberikan vaksin PMK,” sebut Dewi Handajani.

 

Selanjutnya, optimalisasi lalu lintas ternak melalui satgas dan posko lalu lintas ternak guna mengantisipasi keluar masuk ternak dari daerah lain dengan ketetapan tidak menerima ternak dari daerah zona merah. (ehl/mlo)

Kategori :