Kementan Beri Bantuan LPM untuk 5 Gapoktan di Pringsewu

Selasa 28-06-2022,10:34 WIB
Reporter : Agus Swigyo
Editor : Budi Setiyawan

PRINGSEWU, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan pembangunan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) melalui ke kelompok tani di Lima tempat di Kabupaten Pringsewu. 

Adapun kelompok tani penerima bantuan tersebut tersebar di Lima Kecamatan. Saat ini kelima bangunan lumbung pangan masyarakat tersebut sedang di bangun.

"Ada Lima Gapoktan yang mendapat pembangunan LPM," terang kadis ketahanan pangan kabupaten Pringsewu M Khotim Selasa (28/6). 

Kelimanya yakni Gapoktan Secancanan Pekon Sukaratu Kecamatan Pagelaran, Gapoktan Sido Makmur Pekon Panjerejo Kecamatan Gadingrejo.

BACA JUGA:Manfaatkan Waktu Luang, Jamaah Haji Pringsewu Umrah Sunnah

Kemudian Gapoktan Rukun Sejahtera Pekon Sukorejo Kecamatan Pardasuka, Gapoktan Fajar Tani Pekon Pajaresuk Kecamatan Pringsewu serta Gapoktan Sari Pelita Jaya Pekon Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa.

Untuk pembangunannya lanjut M. Khotim berasal dari Dana Alokasi khusus (DAK) Kementan. 

Dikatakannya LPM secara fisik merupakan tempat penyimpanan hasil produksi pangan yang didukung dengan fasilitas alat/mesin pengolahan dan pengeringan gabah/beras, yang bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Keberadaan LPM mempunyai peranan strategis Yakni meliputi keterpaduan antara mekanisme komersial dan sosial yang dilakukan secara sinergi oleh Gapoktan (penerima manfaat) untuk menjamin keberlangsungan kegiatan LPM.

BACA JUGA:Protokol Puting

Dalam aktivitasnya secara komersial diarahkan untuk mengoptimalkan penyerapan gabah petani.

"Sedangkan secara sosial berfungsi sebagai cadangan pangan masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, gangguan produksi pada musim kemarau dan dalam keadaan darurat," jelas M. Khotim.

Dengan di bangunnya lumbung pangan masyarakat di kabupaten Pringsewu. Pj bupati Adi Erlansyah berharap dapat memberikan manfaat yang besar. 

"Termasuk pemberdayaan masyarakat selaku pengelolanya," ungkapnya. 

 

Dikatakannya, program tersebut menjadi salah satu langkah memperkuat ketahanan pangan. Hal ini juga selaras dan dapat disinergikan dengan program kartu petani berjaya (KPB). (sag/mlo)

 

Kategori :