Medialampung.co.id - Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Penghargaan itu hasil penilaian kinerja di tahun 2019-2020 dari Menteri PPPA.
Kepala Dinas PPPA Kabupaten Pesbar, Nurkemala, S.Pd, M.M., melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan, Bambang Sugiman, S.P., mengaku penghargaan APE itu diketahui dari surat Menteri PPPA No.72/Men/D.KG/KG.05/9/2021 tanggal 20 September 2021 perihal pemberitahuan pemberian penghargaan APE Tahun 2020. “Secara simbolis penghargaan itu sudah diambil oleh Dinas PPPA Provinsi yang kemudian pada tanggal 28 September 2021 kemarin diserahkan ke Kabupaten Pesbar,” katanya, Rabu (29/9). Sementara itu, kata dia, untuk acara puncak penerimaan penghargaan APE akan dilaksanakan oleh Kementerian PPPA pada tanggal 13 Oktober 2021 mendatang secara virtual meeting. Menurutnya, penghargaan APE kategori Pratama dari Kementerian PPPA untuk Kabupaten Pesbar itu sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). “APE juga merupakan suatu penghargaan terhadap prakarsa dan prestasi yang dicapai dan menunjukan kondisi kesejahteraan orang lain dalam kaitannya dengan pencapaian kesejahteraan gender,” jelasnya. Selain itu juga, imbuhnya, berkaitan dengan pencapaian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah. Sehingga keberhasilan itu juga atas komitmen organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan peran serta stakeholder terkait lainnya khususnya di Kabupaten Pesbar. Kedepan pihaknya juga berharap penghargaan yang diraih itu benar-benar mampu menciptakan keadilan bagi sumber daya manusia perempuan yang memiliki potensi di berbagai bidang pembangunan, dan lainnya di Pesbar. “Keberhasilan untuk mendapatkan penghargaan APE itu tidak lepas dari komitmen OPD di lingkungan Pemkab Pesbar dan pihak terkait lainnya,” jelasnya. Masih kata Bambang, program dan kegiatan di seluruh OPD sudah mengakomodir keseimbangan antara kepentingan perempuan dan laki-laki. Terlebih dalam indikator penilaian APE itu juga terdiri dari beberapa komponen antara lain adanya komitmen, lahirnya kebijakan, kelembagaan, sumber daya manusia dan dialokasikan anggaran, alat analisis gender, data gender, hingga partisipasi masyarakat. “Karena itu, dengan diraihnya APE kategori Pratama tahun 2021 ini, mudah-mudahan di tahun 2022 mendatang bisa kembali meningkat dengan meraih kategori Madya,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)Pesbar Raih Penghargaan APE dari Kementerian PPPA
Rabu 29-09-2021,17:34 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 07-04-2026,17:46 WIB
Motor Misterius Ditemukan di Kebun Kopi, Warga Diminta Segera Klaim
Selasa 07-04-2026,17:39 WIB
47 Siswa SMPN 1 Suoh Ikuti TKA Online, Pelaksanaan Lancar Tanpa Kendala
Selasa 07-04-2026,21:39 WIB
Tiang Listrik PLN Roboh di Sumber Jaya, Lampung Barat: Pemadaman Total Sempat Terjadi
Selasa 07-04-2026,14:21 WIB
DPRD Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Usai Pemalangan Rel
Selasa 07-04-2026,15:16 WIB
Mahasiswa Lampung Geruduk DPRD, Soroti Kasus HAM dan Korupsi
Terkini
Rabu 08-04-2026,12:47 WIB
Rekomendasi Pinjaman Online Legal 2026: Aman, Cepat Cair, dan Terdaftar OJK
Rabu 08-04-2026,12:17 WIB
DPRD Soroti Banjir Air Lindi TPA Bakung, Dinilai Ancaman Serius bagi Lingkungan
Rabu 08-04-2026,12:17 WIB
Polemik SMA Siger , DPRD Soroti Aktivitas Sekolah Tanpa Kepastian Hukum
Rabu 08-04-2026,09:40 WIB
Simulasi Tabel KUR BRI 2026: Pinjaman Hingga Rp100 Juta untuk Modal Usaha Tanpa Agunan
Rabu 08-04-2026,08:48 WIB