DPRD Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Usai Pemalangan Rel

DPRD Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Usai Pemalangan Rel

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Djumadi--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Aksi pemalangan rel kereta api di wilayah Panjang menuai perhatian serius dari DPRD Kota Bandar Lampung.

Insiden tersebut dinilai menjadi cerminan lemahnya sistem pengamanan di sejumlah perlintasan sebidang yang hingga kini masih minim fasilitas keselamatan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Djumadi, menilai kondisi perlintasan tanpa palang pintu telah lama menjadi persoalan laten.

Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan warga yang melintas di sekitar jalur rel.

BACA JUGA:BPBD Bandar Lampung Laporkan 77 Kasus Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Awal 2026

“Permasalahan utama memang pada tidak adanya palang pintu di sejumlah titik, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Ini harus menjadi perhatian serius ke depan,” ujarnya pada Selasa, 07 April 2026.

Selain persoalan infrastruktur, Djumadi juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia pada Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung.

Ia menyebut, jumlah petugas penjaga perlintasan yang tersedia saat ini belum sebanding dengan banyaknya titik perlintasan rel yang membutuhkan pengawasan.

“Dari hasil koordinasi kami dengan Dishub, memang ada kekurangan personel untuk menjaga palang pintu. Ini menjadi kendala yang harus segera dicarikan solusi,” jelasnya.

BACA JUGA:Wali Kota Bandar Lampung Tinjau Drainase Tanjung Senang, Pastikan Aliran Air Tetap Lancar

Menurutnya, kondisi tersebut memperbesar risiko kecelakaan, terlebih di kawasan padat aktivitas masyarakat seperti wilayah Panjang yang dilintasi jalur kereta api aktif.

Djumadi mengungkapkan bahwa hingga saat ini DPRD belum melakukan koordinasi langsung dengan pihak PT Kereta Api Indonesia terkait persoalan perlintasan tersebut.

Namun, ia memastikan pihaknya akan segera menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Perhubungan dan membuka kemungkinan menghadirkan PT KAI.

“Selama ini kami berkoordinasi dengan Dishub, tapi ke depan tidak menutup kemungkinan kami juga akan mengundang PT KAI untuk mendapatkan informasi yang lebih utuh,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: