Medialampung.co.id - Pemkab Lamteng, Kemenag Lamteng, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lamteng monitoring evaluasi program Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) dan Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM), Selasa (21/12).
Sasaran monitoring Z-Mart di Kelurahan Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar; Balai Pakan Ternak di Kampung Ruktiendah, dan Balai Ternak Kambing di Kampung Rejoasri sekaligus meresmikan Saung Kelompok Ternak di Kampung Rejoasri. Indra selaku pendamping kelompok penyuluh menyatakan Balai Ternak Baznas Lamteng didirikan 25 Oktober 2019. "Balai Ternak ini didirikan 25 Oktober 2019. Ada empat kelompok ternak deng jumlah 45 peternak yang tersebar di tiga kampung Kecamatan Seputihraman," katanya setelah peresmian Saung Kelompok Ternak Aktivitas di Balai Ternak Baznas, kata Indra, pengembangan dan pembibitan ternak kambing dengan jumlah kambing sekarang ini sudah 423 ekor. "Tadinya per kelompok ternak diberi bantuan 90 ekor kambing. Sekarang baru setahun sudah 423 ekor dengan rincian 166 betina, 266 jantan, dan 51 anak," ujarnya. Kebutuhan pakan, kata Indra, produksi sendiri. "Pakan produksi sendiri. Pakan konsentrat dan complete feed dengan merek Yufeed. Ini untuk kebutuhan internal kelompok ternak. Sudah sekitar 9 ton disalurkan. Ada juga rumah kompos untuk memproduksi pupuk organik. Kita sudah jual 285 sak. Tapi masih banyak pupuk organik yang belum diolah. Dalam integrated farming, pupuk ini juga dimanfaatkan masyarakat sekitar," ungkapnya. Pada 2021, kata Indra, juga akan dibuat tempat pemotongan hewan. "Kita akan buat tempat potong hewan di sini. Kita juga sedang penjajakan dengan PT Api Biru untuk pembuatan biogas. Kita juga sama dengan Unila dalam penelitian," katanya.Program LPEM dan LPPM Baznas Lamteng Dirasakan Masyarakat
Selasa 22-12-2020,18:56 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Kategori :