Medialampung.co.id - Penerimaan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) di Kabupaten Lambar tahun 2020 setelah dilakukan refocusing anggaran dampak adanya wabah Covid-19 ditarget sebesar Rp166 miliar lebih dan hingga Akhir Agustus 2020 telah terealisasi sebesar Rp144,5 miliar lebih.
“Sampai akhir Agustus untuk DAK telah terealisasi Rp144,5 miliar lebih atau 86,65 persen. Realisasi tersebut terdiri dari DAK fisik Rp98 miliar dan DAK non fisik Rp44,5 miliar lebih,” tegas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P, Senin (7/9). Dipaparkannya, untuk DAK fisik terealisasi Rp98 miliar dari target Rp78,8 miliar lebih, terdiri dari DAK reguler terealisasi Rp58 miliar miliar dari target Rp59 miliar lebih, DAK penugasan Rp13 juta lebih dari target Rp4,7 miliar serta DAK afirmasi Rp26 miliar dari target Rp14,8 miliar lebih. “Khusus DAK fisik sejauh ini masih ada kekurangan sekitar Rp20 miliar lebih,” akunya Sedangkan untuk DAK non fisik baru terealisasi Rp45,5 miliar lebih dari target sebesar Rp87 miliar lebih itu terbagi kedalam 13 aitem kegiatan, antara lain DAK tunjangan profesi guru, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non PNS, DAK bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, DAK bantuan operasional kesehatan, DAK bantuan operasional keluarga berencana, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas. Lanjut dia, untuk realisasi DAK non fisik sebesar Rp45,5 miliar lebih, meliputi DAK tunjangan profesi guru Rp31 miliar lebih dari target Rp57 miliar lebih, DAK tambahan tunjangan guru PNS/non profesi Rp319 juta lebih dari target Rp520 juta lebih, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD Rp1,6 miliar lebih dari target Rp3,2 miliar lebih, DAK bantuan operasional kesehatan Rp7,3 miliar lebih dari target Rp12 miliar lebih, DAK bantuan operasional keluarga berencana Rp448 juta lebih dari target Rp3,8 miliar lebih. Lalu, DAK pelayanan administrasi kependudukan Rp612 juta lebih dari target Rp1,4 miliar lebih, DAK tunjangan khusus guru Rp1,2 miliar lebih dari target Rp2,1 miliar lebih, DAK penyelenggaraan kesetaraan Rp456 juta lebih dari target Rp1,1 miliar lebih, serta DAK pelayanan kepariwisataan Rp131 juta lebih dari target Rp344 juta lebih, serta DAK BOK kesehatan Rp1,9 miliar lebih dari target Rp3,3 miliar lebih. Sedangkan untuk DAK jaminan persalinan ditarget Rp1,6 miliar lebih, DAK akreditasi rumah sakit/puskesmas target Rp798 juta serta DAK pengawasan obat dan makanan ditarget Rp159 juta lebih belum ada realisasinya sampai Agustus. “Mudah-mudahan sebelum akhir tahun pendapatan dari DAK dapat terealisasi 100 persen,” harapnya. (lus/mlo)DAK Lambar Terealisasi Rp144,5 Miliar
Senin 07-09-2020,16:58 WIB
Editor : Budi Setiyawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 01-10-2026,19:15 WIB
Pastikan Keselamatan Pengguna, PT BTB Periksa Rambu dan Marka Tol Secara Berkala
Kamis 01-10-2026,19:08 WIB
PLN dan Pemkab Lampung Selatan Dorong Percepatan Listrik di Pulau Sebuku
Kamis 01-10-2026,23:53 WIB
Bakti Sosial PERABOI di RSUDAM, Masyarakat Didorong Peduli Deteksi Kanker Payudara
Jumat 02-10-2026,15:48 WIB
Komisi III DPRD Bandar Lampung Pantau Proyek Infrastruktur hingga Tahap Serah Terima
Jumat 02-10-2026,15:31 WIB
Truk Colt Diesel Dimodifikasi, Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi
Terkini
Jumat 02-10-2026,15:48 WIB
Komisi III DPRD Bandar Lampung Pantau Proyek Infrastruktur hingga Tahap Serah Terima
Jumat 02-10-2026,15:41 WIB
Flyover MBK Padat, Polisi Uji Penutupan Dua U-Turn Saat Jam Sibuk
Jumat 02-10-2026,15:31 WIB
Truk Colt Diesel Dimodifikasi, Polisi Ungkap Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi
Jumat 02-10-2026,15:25 WIB
Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Begini Cara Mengambilnya Kembali
Jumat 02-10-2026,15:22 WIB