Medialampung.co.id - Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi (rakor) yang dipusatkan di aula Sartika Guest House Hotel, Jum'at (3/6) malam.
Kegiatan yang mengusung tema songsong implementasi kurikulum merdeka guna mewujudkan profil pelajar pancasila tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesbar Edwin Kastolani Burtha, S.H, M.P., perwakilan kepala Disdikbud Kabupaten/Kota, Ketua Forum MKKS Provinsi Lampung, Dr.Hi.M Badrun, M.Ag, Wakil Ketua Forum MKKS SMP Provinsi Lampung Drs.A Wardani, M.M., Ketua Forum MKKS Kabupaten Pesbar Sopyan, serta pihak terkait lainnya. Ketua Forum MKKS SMP Kabupaten Pesbar, Sopyan, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan rakor forum MKKS SMP ini dilaksanakan hingga Minggu (5/6) mendatang. Menurutnya, banyak catatan penting dalam forum MKKS SMP, karena itu dengan melalui forum MKKS ini juga diharapkan bisa terus mengikuti perkembangan pendidikan. "Salah satunya tugas berat kita semua yakni mewujudkan kurikulum merdeka, karena itu diharapkan dalam pertemuan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung," katanya. Masih kata dia, dalam kegiatan ini rencananya juga akan diikuti sebanyak 44 kepala SMP dari Kabupaten/Kota se Lampung, serta narasumber perwakilan dari tiga Kepala Disdikbud Kabupaten/Kota yang nantinya akan menyampaikan terkait kurikulum merdeka. Untuk diketahui, khususnya di wilayah Pesbar hingga kini masih memiliki wilayah terisolir, karena itu tantangan pendidikan di wilayah terisolir ini juga cukup berat. "Bahkan di Kabupaten Pesbar juga masih ada sekolah yang masuk dalam wilayah blank spot, Pemkab setempat dalam beberapa tahun ini akan terus berupaya mengejar ketertinggalan tersebut," jelasnya."Walaupun mungkin nanti ada beberapa kendala. Kita harap rakor forum MKKS SMP Provinsi Lampung yang dilaksanakan di Pesbar ini, selain terjalin silaturahmi mudah-mudahan bisa menghasilkan yang terbaik untuk dunia pendidikan," pungkasnya.(yan/mlo)