Banjir Berulang, DPRD Nilai Drainase Bandar Lampung Kolaps
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Banjir kembali terjadi di berbagai wilayah di Bandar Lampung dalam beberapa waktu terakhir.
Peristiwa ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi menyebar ke puluhan titik dan berdampak pada sejumlah kecamatan.
Situasi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kota Bandar Lampung, khususnya Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Rizaldi Adrian, menilai banjir yang terus berulang menunjukkan bahwa penanganan yang dilakukan selama ini masih belum sepenuhnya efektif dan membutuhkan strategi yang lebih terencana.
BACA JUGA:DPC Demokrat Lampura Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni 100 Anak Yatim
Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada awal 2026 bahkan melanda tiga kecamatan dengan sekitar 38 titik genangan.
Beberapa wilayah dilaporkan mengalami dampak yang lebih serius dibandingkan peristiwa banjir pada tahun-tahun sebelumnya.
“Permasalahan banjir ini sebenarnya bukan hanya terjadi tahun ini saja. Sejak 2024, 2025, hingga awal 2026 ini kita terus menghadapi kejadian serupa. Bahkan kemarin dalam dua hari saja sudah ada tiga kecamatan yang terdampak,” ujar Rizaldi pada Senin, 09 Maret 2026.
Hasil identifikasi yang dilakukan Komisi III menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah kondisi sistem drainase kota yang tidak lagi mampu menampung volume air saat curah hujan tinggi.
BACA JUGA:Banjir Akibat Tanggul Jebol di Kertosari, DPRD Lampung Minta BBWS Percepat Penanganan
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem pembuangan air di kota ini mengalami tekanan yang cukup besar.
“Beberapa wilayah yang banjir justru tidak dekat dengan daerah aliran sungai. Artinya memang sistem drainase kita kolaps dan tidak mampu menampung aliran air,” katanya.
Selain persoalan drainase perkotaan, kondisi sungai dari wilayah hulu hingga hilir juga dinilai memerlukan perhatian serius.
DPRD mendorong pemerintah kota untuk memperkuat koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai agar upaya penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


