Freelance sebagai Cermin Dunia Kerja Modern

Freelance sebagai Cermin Dunia Kerja Modern

Freelance bukan sekadar tren, melainkan refleksi sistem kerja yang makin kompetitif dan individual.--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dunia kerja sedang berubah, dan freelance adalah cerminnya. Di tengah ketidakpastian ekonomi, disrupsi teknologi, serta pergeseran nilai generasi pekerja, model kerja lepas tak lagi sekadar alternatif.

Ia telah menjadi gambaran paling jujur tentang bagaimana kerja dimaknai di era modern.

Freelance menghadirkan kebebasan yang selama ini dianggap sebagai kemewahan: jam kerja fleksibel, pilihan proyek yang beragam, serta peluang bekerja lintas kota bahkan lintas negara.

Namun di balik kebebasan itu, tersimpan realitas keras yang kerap luput dari sorotan: tidak ada jaminan penghasilan tetap, minim perlindungan sosial, dan tekanan kompetisi yang terus meningkat.

BACA JUGA:Freelance dan Realitas Penghasilan yang Naik Turun

Di sinilah freelance menjadi cermin. Ia memantulkan wajah dunia kerja hari ini yang menuntut individu serba bisa, adaptif, dan siap bersaing tanpa banyak perlindungan struktural.

Keahlian bukan lagi nilai tambah, melainkan syarat bertahan. Mereka yang tidak mampu meng-upgrade skill akan tersingkir pelan-pelan, bukan oleh mesin, tetapi oleh manusia lain yang lebih cepat beradaptasi.

Freelancer hidup dalam sistem meritokrasi yang paling nyata. Tidak ada jabatan yang bisa dijadikan tameng, tidak ada senioritas yang otomatis dihormati.

Yang dihitung hanyalah hasil kerja. Portofolio lebih berharga dari kartu nama. Reputasi digital lebih menentukan daripada lama masa kerja. Dunia kerja modern bergerak ke arah itu, dan freelance adalah laboratoriumnya.

BACA JUGA:Freelance dan Perubahan Cara Orang Bertahan Hidup

Namun, romantisasi kerja lepas juga perlu dikritisi. Tidak semua orang siap hidup dalam ritme ketidakpastian.

Tekanan mental akibat penghasilan fluktuatif, beban kerja yang sering tak mengenal waktu, hingga kesepian karena minimnya interaksi sosial adalah harga yang harus dibayar.

Freelance bukan jalan pintas menuju kebebasan finansial, melainkan medan uji daya tahan personal.

Fenomena ini juga membuka pertanyaan besar bagi negara dan pembuat kebijakan. Ketika jumlah pekerja lepas terus meningkat, sementara sistem perlindungan tenaga kerja masih berorientasi pada pekerja formal, siapa yang bertanggung jawab atas jaminan kesehatan, pensiun, dan keselamatan kerja mereka? Dunia kerja sudah berubah, tetapi regulasi sering kali tertinggal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: