Kasus Keracunan MBG di Kemiling, DPRD Tegaskan Keselamatan Siswa Tak Bisa Ditawar

Kasus Keracunan MBG di Kemiling, DPRD Tegaskan Keselamatan Siswa Tak Bisa Ditawar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Asroni Paslah--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Ratusan pelajar dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 11 Februari 2026. 

Para siswa menunjukkan gejala yang relatif serupa, terutama gangguan pencernaan berupa diare, tak lama setelah menyantap menu yang dibagikan di sekolah masing-masing.

Tiga sekolah yang terdampak dalam peristiwa ini adalah SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Seluruh sekolah tersebut berada di wilayah Kecamatan Kemiling dan menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG.

BACA JUGA:97 Jamaah Haji Lampung Barat Tuntaskan Manasik, Siap Berangkat Bulan April

Berdasarkan pendataan yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung melalui Puskesmas Kemiling, jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan cukup signifikan.

Di SDN 4 Sumberejo, tercatat sebanyak 77 siswa mengalami diare. Selain itu, sembilan orang guru serta satu orang tua guru juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan serupa. 

Sementara di SD Al Munawaroh, jumlah siswa terdampak mencapai 64 orang, ditambah 11 tenaga pendidik dan penjaga sekolah, serta satu orang tua guru.

Pendataan dan penanganan medis terus dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa dan tenaga pendidik tetap terpantau, sekaligus mencegah munculnya kasus lanjutan.

BACA JUGA:Dugaan Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa di Kemiling Alami Gejala Serupa

Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan massal yang dialami ratusan pelajar di Kecamatan Kemiling.

“Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa di Kecamatan Kemiling yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya melalui pesan whatsapp pada Senin, 16 Februari 2026.

Selanjutnya Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam situasi ini.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik adalah prioritas mutlak. Penanganan medis terhadap siswa terdampak harus menjadi fokus utama, tanpa kompromi,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: