Waspadai Kalori Es Teh Manis, Ini Cara Menikmatinya agar Tetap Sehat
Es teh manis tak harus dihindari, asal tahu cara mengatur gula dan waktu konsumsinya-freepik.com-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Es teh manis menjadi salah satu minuman paling populer di Indonesia karena mudah dibuat, menyegarkan, dan cocok dikonsumsi dalam berbagai suasana.
Mulai dari rumah makan hingga warung kaki lima, es teh manis hampir selalu hadir sebagai pelengkap makanan.
Namun di balik kesegarannya, minuman ini menyimpan kandungan kalori yang kerap luput dari perhatian, terutama jika dikonsumsi secara rutin tanpa pengaturan yang tepat.
Kebiasaan minum es teh manis dalam porsi besar atau frekuensi tinggi dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk memahami sumber kalori dan cara menikmatinya secara lebih bijak.
BACA JUGA:Panduan Lengkap Dosis Metronidazole untuk Anak agar Aman dan Efektif
Dari Mana Asal Kalori Es Teh Manis?
Pada dasarnya, daun teh yang diseduh hampir tidak mengandung kalori. Sumber utama kalori dalam es teh manis berasal dari gula tambahan yang digunakan sebagai pemanis. Setiap satu sendok makan gula mengandung sekitar 40 kalori.
Dalam satu gelas es teh manis, biasanya terdapat dua hingga tiga sendok makan gula, sehingga total kalori yang masuk ke tubuh bisa mencapai 80 hingga 120 kalori, bahkan lebih.
Minuman manis seperti es teh sering kali menjadi sumber kalori tersembunyi. Karena dikonsumsi dalam bentuk cair, minuman ini tidak memberikan rasa kenyang seperti makanan padat. Akibatnya, asupan kalori harian dapat meningkat tanpa disadari karena seseorang tetap makan seperti biasa setelahnya.
BACA JUGA:Efek Minum Pil KB Tidak Teratur: Dampak bagi Tubuh dan Risiko yang Perlu Diwaspadai
Dampak Konsumsi Berlebihan terhadap Kesehatan
Konsumsi es teh manis secara berlebihan dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan secara perlahan. Gula yang masuk ke dalam tubuh akan diolah menjadi energi, namun jika tidak digunakan melalui aktivitas fisik, kelebihannya akan disimpan dalam bentuk lemak.
Selain itu, lonjakan kadar gula darah yang terjadi berulang kali dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, seperti resistensi insulin. Dampak lain yang sering diabaikan adalah kesehatan gigi.
Kandungan gula yang tinggi dapat memicu pertumbuhan bakteri di rongga mulut, sehingga meningkatkan risiko gigi berlubang, terutama jika kebiasaan ini tidak diimbangi dengan perawatan gigi yang baik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




