Pinjaman Online dan Bank Konvensional: Memahami Perbedaan Sebelum Menentukan Pilihan

Pinjaman Online dan Bank Konvensional: Memahami Perbedaan Sebelum Menentukan Pilihan

Pinjaman Online dan Bank Konvensional: Memahami Perbedaan Sebelum Menentukan Pilihan--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan layanan berbasis digital, termasuk pinencana pinjaman online, menunjukkan tren yang terus meningkat.

Hal ini tercermin dalam laporan Profil Internet Indonesia 2025 yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Berdasarkan survei terhadap 8.700 responden yang tersebar di 38 provinsi, tercatat bahwa pengguna layanan pinjaman online mencapai 8,21% pada tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 5,42%.

Meski demikian, bank konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan. Dengan sistem yang sudah lama dikenal dan regulasi yang ketat, bank masih memegang peranan penting di sektor keuangan.

BACA JUGA:KUR BRI 2025 Masih Jadi Pilihan Utama UMKM, Ini Gambaran Angsuran dan Strategi Memilih Tenor

Kini, masyarakat dihadapkan pada dua alternatif pembiayaan: pinjaman online yang serba cepat dan bank konvensional yang lebih stabil. Agar tidak salah menentukan pilihan, penting untuk memahami perbedaan mendasar dari kedua layanan tersebut.

Perbedaan Pinjaman Online dan Bank Konvensional Secara umum, pinjaman online dan bank konvensional memiliki karakteristik yang berbeda dalam memberikan layanan pembiayaan. Perbedaan tersebut mencakup proses pengajuan, waktu pencairan dana, besaran bunga, hingga aspek keamanan dan perlindungan hukum.

1. Persyaratan dan Proses Pengajuan

Pengajuan pinjaman di bank konvensional biasanya memerlukan kelengkapan dokumen yang cukup detail. Nasabah umumnya diminta menyiapkan identitas diri, slip gaji atau bukti penghasilan, mutasi rekening, hingga laporan keuangan bagi pelaku usaha. 

BACA JUGA:Skema Angsuran KUR BRI 2025: Cicilan Ringan Mulai Rp1 Juta Tanpa Agunan

Untuk pinjaman bernilai besar, bank juga sering mewajibkan adanya agunan.

Seluruh data tersebut akan melalui proses analisis menyeluruh, termasuk pemeriksaan riwayat kredit dan survei lapangan. Karena tahapan yang cukup panjang, waktu persetujuan pinjaman bank bisa mencapai dua minggu atau lebih.

Sebaliknya, layanan pinjaman online dirancang dengan proses yang jauh lebih ringkas. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi atau situs digital tanpa perlu menyerahkan banyak dokumen fisik. 

Sistem akan memproses data secara otomatis, sehingga keputusan pinjaman bisa diperoleh dalam waktu singkat, bahkan kurang dari 24 jam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: