Efek Duduk Terlalu Lama: Ancaman ‘Penyakit Kantor’ yang Sering Diabaikan
Pekerja kantoran rentan alami “penyakit kantor” akibat duduk terlalu lama tanpa gerak.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID Kebiasaan duduk terlalu lama, terutama bagi pekerja kantoran, kini menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai gangguan kesehatan yang dikenal sebagai “penyakit kantor”.
Aktivitas duduk berjam-jam di depan komputer tanpa diselingi gerakan ringan dapat berdampak serius bagi tubuh, baik secara fisik maupun mental.
Penelitian medis menunjukkan bahwa duduk lebih dari delapan jam sehari tanpa aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan tulang belakang.
Selain itu, sirkulasi darah menjadi tidak lancar, terutama pada bagian kaki, yang dapat memicu varises dan nyeri otot.
BACA JUGA:Menguak Fakta Menarik Mengenai Bulan: Tetangga Abadi Bumi yang Penuh Misteri
Kondisi ini juga memengaruhi metabolisme tubuh. Tubuh yang jarang bergerak akan membakar kalori lebih sedikit, sehingga penumpukan lemak terjadi lebih cepat.
Akibatnya, berat badan meningkat tanpa disadari, disertai rasa mudah lelah dan menurunnya produktivitas kerja.
Tak hanya fisik, duduk terlalu lama juga berdampak pada kesehatan mental. Postur tubuh yang buruk saat bekerja dapat menimbulkan stres dan rasa tegang di leher serta bahu.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu gangguan tidur dan menurunkan konsentrasi.
BACA JUGA:Ternyata Ini Alasan Tubuh Cepat Mengantuk Saat Hujan Turun
Beberapa studi juga mengaitkan gaya hidup sedentari dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.
Kurangnya gerak membuat tubuh kehilangan stimulasi endorfin yang biasanya muncul saat beraktivitas fisik.
Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, para ahli kesehatan menyarankan agar pekerja kantoran melakukan peregangan ringan setiap 30–60 menit.
Berdiri sejenak, berjalan ke luar ruangan, atau melakukan latihan pernapasan singkat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
