Hypophrenia: Ketika Kesedihan Datang Tanpa Sebab yang Jelas

Hypophrenia: Ketika Kesedihan Datang Tanpa Sebab yang Jelas

Hypophrenia merupakan fenomena psikologis ketika seseorang merasakan kesedihan tanpa penyebab yang dapat dijelaskan-Foto Freepik.com-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Setiap orang pernah merasakan kesedihan. 

Biasanya, perasaan ini muncul karena ada pemicu tertentu, seperti kehilangan orang tersayang, kegagalan, atau konflik berat. 

Namun, ada pula kondisi ketika seseorang merasa murung, hampa, atau diliputi kesedihan mendalam tanpa tahu alasan pastinya. 

Fenomena ini dikenal dalam psikologi sebagai hypophrenia.

BACA JUGA:Xiaomi 15T Pro Meluncur! Performa Gaming Lancar, Kamera Sangar Bisa Rekam 4K 120fps

Apa Itu Hypophrenia?

Istilah hypophrenia berasal dari bahasa Yunani, dengan “hypo” berarti kurang dan “phren” merujuk pada pikiran atau jiwa. Kondisi ini menggambarkan suasana hati yang murung tanpa sebab yang jelas.

Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya terkait pengalaman hidup, hypophrenia muncul tiba-tiba. Perasaan ini bisa berlangsung singkat, hanya beberapa menit, atau justru berhari-hari hingga berminggu-minggu. 

Tidak jarang, penderita merasa bingung karena tidak menemukan jawaban mengapa kesedihan tersebut datang.

BACA JUGA:Serabi: Pancake Tradisional Indonesia yang Penuh Filosofi

Gejala Hypophrenia yang Perlu Diperhatikan

Meski tidak memiliki tanda fisik yang nyata, hypophrenia bisa dikenali melalui gejala emosional dan perilaku berikut:

  • Rasa sedih atau hampa tanpa pemicu tertentu.
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya menyenangkan.
  • Mudah lelah atau drained secara emosional.
  • Kesulitan mengungkapkan perasaan kepada orang lain.
  • Kadang disertai rasa cemas samar atau kegelisahan.

BACA JUGA:Deretan Jam Tangan Richard Mille Termahal, Harganya Bikin Mual

Penyebab Hypophrenia Menurut Psikologi

Meski sering disebut hadir “tanpa alasan”, para ahli melihat ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi:

  1. Ketidakseimbangan kimia otak – perubahan kadar serotonin, dopamin, dan norepinefrin berperan besar terhadap suasana hati.
  2. Stres tersembunyi – tekanan psikologis yang tersimpan di alam bawah sadar dapat muncul sebagai kesedihan mendadak.
  3. Gangguan mood ringan – hypophrenia bisa menjadi bagian dari depresi ringan, distimia, atau fluktuasi emosi.
  4. Faktor biologis – kurang tidur, kelelahan kronis, pola makan buruk, hingga perubahan hormon (misalnya saat menstruasi atau pasca-melahirkan).

BACA JUGA:Mengintip Keunggulan Richard Mille RM 27-03 Rafael Nadal, Jam Tangan Rp12 Miliar

Dampak Hypophrenia pada Kehidupan Sehari-Hari

Jika terjadi berulang, hypophrenia bisa menurunkan kualitas hidup dan produktivitas, misalnya:

  • Kehilangan motivasi bekerja atau belajar.
  • Sulit fokus dan mengambil keputusan.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial karena tidak mampu menjelaskan perasaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: