Obat Jamur Lidah Bayi di Apotek: Pilihan Aman dan Cara Perawatan

Obat Jamur Lidah Bayi di Apotek: Pilihan Aman dan Cara Perawatan

Cara aman atasi jamur lidah bayi dengan obat antijamur dan perawatan sederhana di rumah-Ilustrasi AI-

MEDIALAMPUNG.CO.IDJamur lidah pada bayi, atau disebut juga oral thrush, adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih Candida albicans di rongga mulut. 

Kondisi ini cukup umum terjadi pada bayi usia 0–6 bulan karena sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah.

Ciri khas jamur lidah adalah munculnya bercak putih tebal menyerupai sisa susu pada lidah, gusi, hingga bagian dalam pipi. 

Bayi seringkali menjadi rewel, sulit menyusu, bahkan menolak minum sama sekali karena rasa perih atau tidak nyaman.

BACA JUGA:3 Kebiasaan Makan Sehat untuk Kulit Bersih, Kencang, dan Cerah Alami

Penyebab Jamur Lidah pada Bayi

Beberapa faktor utama yang memicu munculnya jamur lidah pada bayi antara lain:

  • Daya tahan tubuh lemah – Bayi baru lahir memiliki sistem imun yang belum matang sehingga rentan terkena infeksi.
  • Peralatan minum tidak steril – Botol susu, dot, atau empeng yang kurang bersih bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur.
  • Infeksi dari ibu menyusui – Jamur bisa berpindah dari puting ibu yang terinfeksi ke mulut bayi saat menyusui.
  • Penggunaan antibiotik – Baik pada ibu maupun bayi, antibiotik dapat mengganggu keseimbangan flora normal tubuh sehingga jamur lebih mudah berkembang.

BACA JUGA:5 Bahan Skincare yang Efektif Digunakan Hanya di Malam Hari

Obat Jamur Lidah Bayi di Apotek yang Umum Diresepkan

Ada beberapa jenis obat antijamur yang biasanya direkomendasikan dokter anak untuk mengatasi jamur lidah bayi:

1. Nystatin Oral Suspension

  • Obat cair antijamur yang bekerja langsung melawan Candida albicans.
  • Cara pakai: diteteskan ke mulut bayi menggunakan pipet atau dioles dengan kapas steril.
  • Termasuk obat yang aman, tetapi harus mengikuti resep dan dosis dokter.

BACA JUGA:7 Bahan Alami Pengganti Micin, Masakan Tetap Gurih dan Sehat

2. Miconazole Oral Gel (untuk bayi di atas 4 bulan)

  • Berbentuk gel yang dioleskan tipis ke bagian mulut yang terinfeksi.
  • Tidak disarankan untuk bayi di bawah 4 bulan karena berisiko tersedak.
  • Efektif meredakan gejala dan mencegah penyebaran jamur.

3. Fluconazole (Obat Minum)

  • Digunakan bila infeksi cukup berat atau tidak membaik dengan obat topikal.
  • Harus dengan resep dokter dan pengawasan ketat.
  • Tidak semua bayi cocok dengan terapi ini, sehingga penggunaannya terbatas.

Penting diingat: Jangan pernah memberikan obat antijamur untuk orang dewasa kepada bayi tanpa konsultasi dokter anak.

BACA JUGA:Resep Kue Lupis: Jajanan Tradisional yang Tetap Bikin Kangen

Perawatan Pendukung di Rumah

Selain obat medis, perawatan sederhana juga sangat membantu mempercepat pemulihan bayi:

  • Sterilkan peralatan minum – Rebus botol susu, dot, dan empeng setelah digunakan.
  • Perawatan ibu menyusui – Jaga kebersihan puting, segera periksa ke dokter bila ada tanda infeksi jamur.
  • Bersihkan mulut bayi dengan kasa steril – Basahi kasa dengan air hangat, lalu tempelkan lembut pada lidah atau bagian mulut bayi. Jangan digosok terlalu keras.

BACA JUGA:Deretan Jam Tangan Hublot Terbaru Lengkap dengan Harga 2025

Kapan Harus ke Dokter?

Segera bawa bayi ke dokter anak jika:

  • Bercak putih tidak hilang setelah 5–7 hari.
  • Bayi menolak menyusu hingga berat badannya turun.
  • Muncul ruam di area popok (infeksi menyebar).
  • Bayi tampak rewel terus-menerus, demam, atau lesu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: