Gua Kampret, Cahaya Surgawi dari Jantung Hutan Langkat

Gua Kampret, Cahaya Surgawi dari Jantung Hutan Langkat

Pesona Gua Kampret di Taman Nasional Gunung Leuser Sumatera Utara. / Foto --- instagram @macbudi--

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Tersembunyi di balik lebatnya rimba tropis Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara, Gua Kampret hadir sebagai destinasi wisata alam yang menghadirkan sensasi petualangan penuh kejutan. 

Terletak di kawasan Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, gua ini menawarkan keindahan geologis berpadu dengan kehidupan liar khas ekosistem hutan tropis.

Meski namanya terdengar unik bahkan sedikit kontroversial di telinga masyarakat perkotaan, “Gua Kampret” justru merujuk pada kelelawar kecil yang menjadi penghuni utama ruang dalam gua. 

Ribuan kelelawar hidup bergelantungan di langit-langit gua, menjadikan tempat ini sebagai salah satu habitat alami yang masih terjaga di tengah tekanan aktivitas manusia.

BACA JUGA:Fitri Salhuteru Dua Kali Mangkir dari Pemeriksaan Polisi soal Laporan Nikita Mirzani

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gua Kampret, perjalanan bisa dimulai dari Terminal Bukit Lawang. Dari titik ini, pengunjung dapat menggunakan jasa ojek warga dengan tarif sekitar Rp10.000 per orang. 

Selanjutnya, wisatawan harus menempuh jalur setapak dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 30 menit, menyusuri perkebunan karet dan sawit yang dimiliki warga lokal.

Medan perjalanan memang tidak terlalu ekstrem, tetapi tetap disarankan mengenakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin. 

Jalur yang dilalui bisa cukup becek, terutama setelah hujan. Sepanjang jalan, wisatawan akan disuguhi pemandangan asri khas pedesaan serta suasana alam yang masih alami dan tenang.

BACA JUGA:Fabriek Fikr: Merayakan Jejak Panjang Sardono W. Kusumo dalam Dunia Seni

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan mendapati mulut gua yang tampak sederhana. Namun, keajaiban sebenarnya tersimpan di dalam. 

Di jam-jam tertentu, terutama antara pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, sinar matahari yang menembus celah-celah batu karst di langit-langit gua menciptakan efek visual yang menakjubkan. 

Cahaya tersebut jatuh lurus ke dasar gua, membentuk pancaran menyerupai sorotan alami dari langit.

Fenomena cahaya inilah yang menjadi daya tarik utama Gua Kampret. Banyak pengunjung menyebutnya sebagai “cahaya surgawi” karena tampilannya yang dramatis dan memesona. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: