Tinggihari: Warisan Megalitik Tertua di Sumatra Selatan
Tinggihari pada akhirnya adalah saksi bisu perjalanan panjang manusia di Sumatra Selatan. -Foto Instagram@martinulpan-
BACA JUGA:Satpol PP Bandar Lampung Perkuat Pengawasan Ketertiban Jelang Ramadhan
Pelestarian Tinggihari membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, peneliti, dan masyarakat lokal perlu bekerja sama untuk menjaga keberlanjutan situs ini.
Edukasi kepada masyarakat sekitar menjadi langkah penting agar mereka menyadari bahwa Tinggihari bukan sekadar batu tua, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, identitas, dan kebanggaan bersama.
Apabila dikelola secara tepat, Tinggihari juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan alam Lahat, tetapi juga mempelajari sejarah panjang peradaban manusia prasejarah.
BACA JUGA:4 Facial Wash yang Bantu Samarkan Flek Hitam di Usia 50 Tahun
Dengan demikian, situs ini dapat memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pelestarian budaya maupun kesejahteraan masyarakat sekitar.
Tinggihari pada akhirnya adalah saksi bisu perjalanan panjang manusia di Sumatra Selatan.
Keberadaannya mengingatkan bahwa jauh sebelum peradaban modern berkembang, manusia telah membangun sistem kepercayaan, sosial, dan budaya yang kompleks.
Menjaga Tinggihari berarti menjaga ingatan kolektif tentang akar peradaban Melayu yang telah tumbuh sejak ribuan tahun lalu.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
