Cara Mengenali Perbedaan Demam Biasa dan Demam Tumbuh Gigi
Demam akibat tumbuh gigi umumnya ringan, berlangsung singkat, dan disertai perubahan pada gusi. - Foto freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Demam pada anak, terutama pada bayi, sering kali membuat orang tua cemas karena kondisi ini dapat muncul mendadak tanpa tanda yang jelas.
Banyak orang tua mengira bahwa setiap demam yang terjadi pada bayi dalam fase pertumbuhan gigi pasti disebabkan oleh proses tersebut.
Padahal, tidak semua kenaikan suhu tubuh saat bayi teething merupakan demam tumbuh gigi.
Agar tidak salah penanganan, penting bagi orang tua memahami ciri khas demam tumbuh gigi dan cara membedakannya dari demam akibat infeksi.
BACA JUGA:Belasan Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung Sudah Memiliki Gerai Usaha
Apakah Tumbuh Gigi Benar-Benar Bisa Menyebabkan Demam?
Proses tumbuh gigi memang menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh bayi. Tekanan gigi yang akan keluar membuat gusi terasa tidak nyaman, sehingga bayi menjadi lebih rewel, sering menangis, sulit tidur, atau ingin menggigit benda apa pun di sekitarnya.
Menurut banyak ahli kesehatan anak, tumbuh gigi tidak menyebabkan demam tinggi, melainkan hanya kenaikan suhu ringan pada kisaran 37,5°C hingga 38°C.
Jika suhu tubuh bayi melebihi angka tersebut, terutama jika sudah lebih dari 38°C, kondisi itu biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Infeksi dapat berasal dari saluran pernapasan, sistem pencernaan, atau sumber lainnya yang memicu respons tubuh berupa demam lebih tinggi.
BACA JUGA:Dishub Bandar Lampung Usulkan Anggaran Rp 900 Juta untuk Pembenahan Marka Jalan 2026
Perbedaan Demam Biasa vs. Demam Tumbuh Gigi
Tingkat Suhu Tubuh
Demam tumbuh gigi biasanya hanya menyebabkan peningkatan suhu ringan dengan kisaran 37,5°C hingga 38°C, serta tidak membuat bayi tampak sangat lemas.
Sebaliknya, demam akibat infeksi dapat mencapai 38°C hingga 40°C atau lebih, berlangsung lebih lama, dan sering disertai gejala tambahan seperti batuk, pilek, muntah, atau diare.
BACA JUGA:Pesona Nepal van Java, Permata Wisata Baru di Lereng Gunung Sumbing
Durasi Demam
Pada demam tumbuh gigi, peningkatan suhu umumnya berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua hari, dan muncul tepat ketika gigi akan menembus gusi. Setelah itu, suhu kembali normal. Sementara itu, demam akibat infeksi dapat berlangsung tiga hingga lima hari atau lebih. Jika terjadi karena infeksi bakteri, demam bahkan tidak akan turun tanpa pengobatan yang tepat.
Gejala yang Menyertai
Demam tumbuh gigi biasanya disertai kebiasaan bayi menggigit benda di sekitarnya, produksi air liur berlebih, gusi bengkak atau memerah, peningkatan kerewelan terutama malam hari, dan penurunan nafsu makan yang ringan. Pada demam infeksi, gejalanya jauh lebih kompleks, seperti batuk, pilek, muntah, diare, tubuh terasa lemas, nafsu makan turun drastis, serta muncul ruam atau tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya.
BACA JUGA:Tanjung Rapa Pelangi, Surga Tersembunyi di Balik Batu Vulkanik Jailolo
Respons Anak Terhadap Aktivitas
Bayi yang mengalami demam tumbuh gigi biasanya masih ingin bermain, meski sedikit lebih rewel dari biasanya. Energi mereka hanya menurun sedikit. Sementara itu, anak dengan demam infeksi cenderung tidak bertenaga, lebih banyak tidur, tampak lemas, dan kadang menolak minum karena merasa sangat tidak nyaman.
Perubahan pada Gusi
Pada proses tumbuh gigi, gusi bayi tampak bengkak dengan titik putih yang menandakan gigi akan keluar. Bayi juga sering menggosok gusi menggunakan tangan karena merasakan sensasi gatal. Pada demam akibat infeksi, perubahan pada gusi tidak terlihat karena gangguan biasanya terjadi pada bagian tubuh lain, seperti hidung, tenggorokan, atau pencernaan.
BACA JUGA:Legislator Prayitno Pantau Langsung Pelaksanaan BIAS di SDN 1 Gunung Terang
Cara Mengatasi Demam Tumbuh Gigi
Untuk meredakan ketidaknyamanan, orang tua dapat memberikan kompres hangat pada dahi atau ketiak bayi untuk membantu menurunkan suhu. Teether yang telah didinginkan di kulkas dapat membantu meredakan rasa gatal pada gusi.
Gusi bayi juga dapat dipijat lembut menggunakan jari yang bersih. Pastikan bayi cukup minum, baik ASI maupun susu formula, untuk mencegah dehidrasi.
Jika demam membuat bayi sangat tidak nyaman, konsultasikan penggunaan obat penurun panas sesuai anjuran dokter.
BACA JUGA:Update Simulasi Cicilan KUR BRI 2025 Pinjaman Rp5 Juta Tenor 60 Bulan
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Segera periksakan bayi jika muncul tanda berikut:
- Suhu tubuh lebih dari 38°C pada bayi usia di bawah 3 bulan.
- Suhu 39°C atau lebih pada anak di atas 3 bulan.
- Demam tidak turun lebih dari 3 hari.
- Bayi menolak minum atau tampak sangat lemas.
- Muntah berulang atau diare makin parah.
- Muncul ruam atau tanda infeksi lain.
- Gejala dehidrasi seperti jarang buang air kecil, bibir kering, dan mata cekung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
