Idul Fitri
Idul Fitri
IDUL FITRI

Bayi 3 Bulan di Lampung Utara Berjuang Lawan Jantung Bocor dan Pneumonia

Bayi 3 Bulan di Lampung Utara Berjuang Lawan Jantung Bocor dan Pneumonia

Anggia menjalani perawatan di RS Handayani Kotabumi lantaran mengalami jantung bocor dan pneumonia-Foto Dok-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kisah perjuangan Askari, seorang pedagang ikan keliling asal Kelurahan Kotabumi Ilir, menyentuh hati banyak orang. 

Bersama istrinya, Een Safitri, dan dua anaknya, ia tinggal di kontrakan sederhana di kawasan belakang Sentral Kelurahan Kota Alam, Lampung Utara. 

Beban yang mereka hadapi tak ringan: putri bungsu mereka, Anggia, yang baru berusia tiga bulan, harus berjuang melawan penyakit jantung bocor dan pneumonia.

Anggia hanya memiliki berat badan 3,5 kilogram. Kondisinya pertama kali memburuk pada akhir April 2025 dan langsung dilarikan ke RS Handayani Kotabumi. 

BACA JUGA:Bukan Aborsi, Mahasiswi di Bandar Lampung Tewas Usai Melahirkan Bayi di Kos

Karena situasinya semakin kritis, ia kemudian dirujuk ke RS Abdul Moeloek di Bandar Lampung untuk menjalani perawatan intensif selama sembilan hari. 

Dalam situasi genting itu, Askari hanya membawa uang Rp50.000 sebagai bekal, sementara ia dan keluarganya harus bertahan hidup di kota orang demi kesembuhan buah hati.

Biaya perawatan memang ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun tantangan ekonomi tetap menghimpit. 

Askari terpaksa menghentikan pekerjaannya sebagai pedagang ikan keliling demi mendampingi Anggia di rumah sakit. 

BACA JUGA:Wali Kota Hadiri Lomba Kelurahan di Kedamaian, Soroti Partisipasi Warga dan Potensi Ekonomi

Dengan penghasilan utama yang terhenti, ia sangat bergantung pada bantuan keluarga selama proses perawatan berlangsung.

Setelah kondisi Anggia sempat membaik dan diperbolehkan pulang, cobaan belum berakhir. Hanya berselang satu bulan, penyakit yang diderita Anggia kambuh lagi.

Ia kembali menjalani perawatan di RS Handayani, dengan kondisi yang naik-turun dan terus memaksa keluarga ini bolak-balik rumah sakit.

Ketika diwawancarai pada Kamis, 20 Juni 2025, Askari tak bisa menyembunyikan keletihannya. Ia harus membagi waktu antara berdagang ikan dan menjaga anak di rumah sakit. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: