Keratosis Seboroik: Panduan Lengkap tentang Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Keratosis seboroik merupakan kondisi kulit jinak yang umum terjadi dan tidak menular. - Foto: Freepik--
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Keratosis seboroik adalah kondisi kulit non-kanker yang sering dialami orang dewasa, terutama lansia.
Meski tidak berbahaya, bentuknya yang menyerupai penyakit kulit lain membuat banyak orang merasa khawatir. Untuk itu, penting memahami karakteristik, pemicu, serta cara penanganan yang sesuai.
Keratosis seboroik ialah pertumbuhan kulit jinak yang terlihat seperti bercak menonjol atau benjolan berwarna cokelat, abu-abu, atau hitam.
Lesi ini tampak seperti "menempel" di permukaan kulit dan terasa kasar, mirip lilin atau kutil. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, lesi dapat terasa gatal atau teriritasi terutama jika tergesek pakaian.
BACA JUGA:7 Manfaat Minyak Zaitun untuk Rambut yang Perlu Anda Tahu
Penyebab Keratosis Seboroik
Belum ada penyebab pasti yang diketahui, namun kondisi ini diyakini berkaitan dengan:
- Perubahan genetik pada sel kulit
- Penuaan alami, karena paling sering muncul di usia 40 tahun ke atas
- Paparan sinar matahari dalam waktu lama, walau lesi juga bisa muncul di bagian tubuh yang tidak terkena matahari
BACA JUGA:Kenali Tanda-Tanda Skin Barrier Rusak dan Cara Mengatasinya
Faktor Risiko
Beberapa hal yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi ini antara lain:
- Riwayat keluarga yang memiliki keratosis seboroik
- Usia lanjut, terutama setelah usia 50 tahun
- Sering terpapar sinar UV, baik dari matahari maupun alat tanning
BACA JUGA:Freckles: Bintik Kecil di Kulit, Haruskah Dikhawatirkan?
Ciri-ciri dan Gejala
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




