Keratosis Seboroik: Panduan Lengkap tentang Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Keratosis seboroik merupakan kondisi kulit jinak yang umum terjadi dan tidak menular. - Foto: Freepik--
Ciri umum dari keratosis seboroik meliputi:
- Bercak kasar atau benjolan berwarna gelap
- Tampak seperti plester yang menempel di kulit
- Tidak nyeri, namun dapat gatal atau berdarah jika tergesek
- Permukaannya bisa tampak mengkilap, bersisik, atau menonjol
- Ukuran dan jumlah lesi bervariasi, hanya satu atau muncul dalam kelompok.
BACA JUGA:Mikrodermabrasi Wajah: Perawatan Modern untuk Kulit Lebih Sehat dan Cerah
Kapan Harus Waspada?
Meskipun jinak, waspadalah jika:
- Lesi berubah bentuk, warna, atau ukuran dengan cepat
- Muncul secara tiba-tiba dalam jumlah banyak
- Terlihat tidak seperti keratosis biasa
Perubahan seperti ini bisa menandakan masalah kulit yang lebih serius, seperti kanker kulit, dan sebaiknya diperiksa oleh dokter.
BACA JUGA:Mengenal pH Kulit Wajah dan Cara Menjaga Keseimbangannya
Cara Mendiagnosis
Biasanya dokter kulit dapat mengenali keratosis seboroik hanya dari tampilan visualnya.
Jika perlu konfirmasi, dokter mungkin akan melakukan biopsi, yaitu mengambil sampel jaringan kulit untuk diperiksa di laboratorium.
BACA JUGA:Jerawat Gatal: Penyebab Umum dan Cara Aman Mengatasinya
Pilihan Pengobatan
Karena bersifat jinak, penanganan keratosis seboroik tidak selalu membutuhkan penanganan. Namun, jika mengganggu penampilan atau terasa tidak nyaman, lesi dapat diangkat melalui:
- Krioterapi: Pembekuan lesi dengan nitrogen cair agar rontok
- Kuretase: Mengikis lesi dengan alat khusus
- Elektrokauter: Menggunakan arus listrik untuk menghancurkan jaringan
- Laser: Menguapkan lapisan kulit yang terkena
- Eksisi minor: Mengangkat lesi melalui sayatan kecil
- Perawatan ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan tidak memerlukan rawat inap.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




