Masyarakat Keluhkan Jalan Berlubang di Bypass, Perbaikan Dinilai Tidak Maksimal
alan berlubang di bypass Bandar Lampung membahayakan pengendara motor, warga desak perbaikan permanen-Foto Jeri-
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kondisi jalan bypass di sepanjang Kota Bandar Lampung kembali memicu keresahan di kalangan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Meski sebelumnya telah dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Lampung beberapa bulan lalu, faktanya banyak lubang besar yang kembali bermunculan dan membahayakan keselamatan.
Masyarakat serta para pengguna jalan mengkritik keras pihak PUPR Provinsi yang dinilai tidak serius menangani kerusakan ini, meskipun berbagai laporan dan keluhan telah disampaikan.
Perbaikan yang dilakukan sebelumnya hanya berupa penambalan pada titik-titik berlubang. Namun, metode tersebut terbukti tidak efektif.
BACA JUGA:BRImo Catat 40 Juta User dan Rp1.599 Triliun Transaksi, Bukti Dominasi Super App BRI
Lubang-lubang baru bermunculan, sementara lubang lama justru semakin melebar, sehingga menciptakan kondisi jalan yang semakin berbahaya.
Selain itu, kualitas pekerjaan yang dilakukan juga dipertanyakan. Penambalan jalan dinilai tidak tahan lama dan cepat mengalami kerusakan.
Seorang pengendara motor, Ahmad, yang setiap hari melintas di jalur bypass ini mengaku kondisi jalan kian membahayakan.
"Lubang-lubang yang ada sangat berbahaya, terutama saat hujan, di mana pengendara motor sering terjebak tanpa bisa menghindar," ujarnya saat ditemui, Senin (28 April 2025).
BACA JUGA:Krisna Mukti Bangkit dari Keterpurukan, Lunasi Utang Miliaran dengan Menjual Barang Antik
Ahmad menyebut, salah satu titik paling berbahaya berada di sepanjang Jalan dari Kali Balok hingga Way Halim.
Di lokasi tersebut, beberapa pengendara motor dikabarkan terjatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam.
Sejumlah kecelakaan ringan pun telah terjadi akibat buruknya kondisi jalan ini. Sayangnya, hingga kini pihak terkait belum mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut.
Ahmad juga menambahkan bahwa Dinas PUPR hanya melakukan perbaikan sementara tanpa solusi jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




