Misteri Ketahanan Manusia Purba dari Badai Matahari 41.000 Tahun Lalu
Medan magnet Bumi melemah, badai kosmik menghantam, tapi Homo sapiens tetap bertahan-Ilustrasi: Dream Lab@Budi Setiawan-
MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sekitar 41.000 tahun silam, Bumi mengalami gangguan geomagnetik besar yang dikenal sebagai Laschamps excursion, peristiwa di mana medan magnet planet kita melemah secara drastis hingga hanya menyisakan 10% dari kekuatan normalnya.
Melemahnya perisai alami ini menyebabkan Bumi lebih rentan terhadap paparan radiasi matahari dan kosmik, memicu badai geomagnetik yang luar biasa besar.
Fenomena aurora menyebar luas, bahkan terlihat hingga Afrika Utara, dan menimbulkan tekanan besar pada ekosistem.
Namun Homo sapiens nenek moyang manusia modern berhasil bertahan dalam kondisi yang ekstrem ini.
Berbeda dari Neanderthal yang hidup di era yang sama Homo sapiens menunjukkan adaptasi yang lebih cerdas dan strategis untuk menghadapi tantangan tersebut.
BACA JUGA:Gadis 11 Tahun Temukan Fosil Reptil Laut Raksasa Tertua di Inggris
Medan Magnet Melemah: Perlindungan Alam Terkikis
Medan magnet Bumi bekerja sebagai pelindung yang menahan masuknya radiasi dari angkasa Ketika aliran besi cair di inti Bumi terganggu, kutub magnetik bergeser sementara dan pertahanan ini menurun drastis.
Penelitian dari University of Michigan menunjukkan bahwa saat itu, wilayah wilayah yang sebelumnya aman dari paparan radiasi menjadi zona merah.
Tim ilmuwan membuat model geospasial 3D untuk mengidentifikasi wilayah yang paling terdampak.
BACA JUGA:Misteri Alam Semesta: Tak Berujung atau Masih Ada Batasnya?
Adaptasi Homo Sapiens: Perlindungan dari Alam dan Inovasi Awal
Homo sapiens menunjukkan lonjakan penggunaan gua sebagai tempat tinggal dan oker sebagai pelindung alami.
Oker mineral berwarna merah atau kuning yang mengandung oksida besi, ternyata dapat membantu memantulkan sinar UV dan mungkin digunakan sebagai semacam tabir surya primitif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




