Masih Ada 30 Kasus Anak Stunting di Pesisir Barat

Masih Ada 30 Kasus Anak Stunting di Pesisir Barat

Ilustrasi Stunting--

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mencatat hingga kini jumlah kasus stunting masih ada 30 kasus yang tersebar di 8 kecamatan yang menjadi Lokus stunting tahun 2023 lalu.

Kabid Kesehatan Masyarakat Arfi Julizar, S.Km., mengatakan awal tahun 2024 data kasus stunting di Kabupaten Pesbar masih menggunakan data stunting pada tahun 2023 lalu.

“Sampai sekarang masih ada 30 kasus anak stunting yang ditemukan di Kabupaten Pesbar, jumlah itu berdasarkan data terakhir di tahun 2023,” kata dia.

Dijelaskannya, pada tahun 2023 lalu ada 42 kasus anak stunting, dari jumlah itu tersisa 30 kasus dan tersebar di 8 kecamatan. Sedangkan 12 kasus lainnya sudah dinyatakan terbebas dari stunting.

BACA JUGA:Tim Pamsimas Tinjau Sumber Air Bersih, Warga Penggawa Lima Ulu Harapkan Pembangunan PASB

“Kasus stunting yang tersisa ini rata-rata berusia lebih dari dua tahun dan memiliki penyakit bawaan. Seluruh anak-anak yang mengalami stunting itu masih mendapatkan perhatian dari Dinkes Pesbar melalui Puskesmas,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pada 30 kasus stunting tersebut seperti melakukan di intervensi gizi spesifik karena ditemukan rata-rata anak sudah berusia lebih dari dua tahun, diperberat dengan beberapa anak dengan penyakit bawaan.

“Upaya yang juga telah dilakukan yaitu pemantauan dan pelayanan kesehatan anak stunting secara berkala di Puskesmas dan Posyandu. Merujuk Anak stunting ke Dokter Spesialis Anak di RSUD KH. Muhammad Thohir Kabupaten Pesisir Barat, bahkan ada yang dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek, Bandar Lampung,” terangnya. 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemberian makanan tambahan pemulihan berupa beras, telur, susu dan lain-lain, kemudian bagi anak yang tidak mempunyai BPJS kesehatan pihaknya mengusulkan ke Dinas Sosial untuk mendapat BPJS. 

BACA JUGA:Tertimbun Longsor, Jalan Batu Brak-Suoh Sempat Macet Hingga 2 Kilometer

“Kemudian, pemberian suplemen kepada anak stunting dan formula 100, pemberian therapy bagi anak dengan penyakit penyerta, mengedukasi pola asuh terhadap anak kepada keluarga, edukasi PHBS, edukasi bersama lintas program kesehatan lingkungan, promkes dan P2. Pemberian tablet Fe (mineral) pada remaja dan ibu hamil untuk mencegah anemia sebagai salah satu penyebab stunting,” pungkasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: