DP3AKB Pesisir Barat Maksimalkan Kegiatan Orientasi Teknis Ketahanan Keluarga

DP3AKB Pesisir Barat Maksimalkan Kegiatan Orientasi Teknis Ketahanan Keluarga

--

PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), melalui Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Keluarga Berencana (DP3AKB), memaksimalkan kegiatan Orientasi Ketahanan Keluarga Berbasis Poktan yang dilaksanakan di sleuruh kecamatan di kabupaten setempat.

Kabid Keualitas Hidup Perempuan, Anak dan Kesejahteraan Keluarga Zainul Efendi, S. Km., mendmapingi Kadis P3AKB, dr. Budiwiyono, M.H., mengatakan kegiatan itu melibatkan kader BKB, BKL, PIK-R, serta UPPKA di masing-masing pekon sasaran.

“Melalui para akder tersebut, merupakan penentu perkembangan tumbuh kembang anak selaku generasi penerus bangsa, karena itu pembinaan harus rutin dilaksanakan,” kata dia.

Dijelaskannya, dalam pertemuan tersebut membahas mengenai kegiatan kelompok BKB, BKR, BKL dan UPPKA di Kampung KB

BACA JUGA:Pesisir Barat Jadi Lokasi Pertama Pelaksanaan Vaksinasi RV dan HPV

Pertemuan Poktan dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) bertujuan untuk menurunkan prevelensi stunting yang ada di kabupaten Pesisir Barat.

“Kegiatan Pembinaan Poktan, dilaksanakan untuk memaksimalkan kegiatan masing-masing kader dalam rangka prevelensi stunting di wilayah Kabupaten Pesbar,” jelasnya.

Ditambahkannya, dalam kegiatan itu pihaknya menyampaikan materi tentang Kesehatan Fisik dan Mental Anak Bawah Dua Tahun (Baduta) selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Harapan kami setelah dilakukan pembinaan terhadap Kader Poktan mampu menyebarluaskan informasi ke seluruh sasaran keluarga beresiko stunting yang ada di wilayah masing-masing,” terangnya.

BACA JUGA:Lepas Kontingen Raimuna Nasional ke XII, Agus Istiqlal : Junjung Tinggi Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka

Menurutnya, pencegahan stunting pada anak dimulai dari sejak hamil hingga anak berusia 2 tahun yaitu dengan cara memberikan nutrisi yang cukup, Pola Asuh yang baik dan Positif, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta selalu mengantarkan Anak Balita nya untuk ke Posyandu setiap bulannya hingga anak berusia 5 tahun.

“Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan kedepannya bisa berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan anak, sehingga kasus stunting tidak ada lagi di Kabupaten Pesbar,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: