Hari Janda Internasional Berawal dari Sejarah Hidup Seorang Yatim

Hari Janda Internasional Berawal dari Sejarah Hidup Seorang Yatim

--

BACA JUGA:Camat Labuhan Ratu Pantau Langsung Kegiatan Jumat Bersih di Wilayah Kepemimpinannya

Hal serupa juga diadakan di India, Nepal, Sri Lanka, Uganda, dan Afrika Selatan.

Tak peduli seberapa banyak beasiswa, mesin jahit, hingga acara penggalangan dana dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak yang berkelanjutan pada masalah global ini, bagi Raj Lomba, untuk mengubah budaya secara global, komunitas internasional harus terlibat.

Selanjutnya pemerintah harus diyakinkan untuk membantu. Masyarakat harus didorong untuk bekerja sama. 

Program bantuan harus difokuskan tidak hanya pada kebutuhan saat ini, tetapi juga pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat untuk memutus siklus kemiskinan. 

BACA JUGA:Kegiatan Baksos TMKK, DP2KBP3A Lampung Barat Targetkan Pelayanan 1.176 Akseptor

Kemudian menurut Raj, Hari Janda Internasional pertama bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan.

Setelah inisiatif terkait Hari Janda Internasional diluncurkan, The Loomba Foundation memimpin kampanye global selama lima tahun untuk mendapatkan pengakuan PBB.

Pada akhirnya, keputusan bulat untuk mengadopsi Hari Janda Internasional sebagai hari aksi global tahunan dikeluarkan oleh Majelis Umum PBB pada 21 Desember 2010.

Sejak itu, Hari Janda Internasional telah menjadi fokus kampanye di banyak negara di seluruh dunia, dengan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat dan melibatkan pemerintah dalam mengembangkan kebijakan yang efektif. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: