4 Orang Terpapar Virus Difteri, Belalau akan Gelar Imunisasi Massal ORI

4 Orang Terpapar Virus Difteri, Belalau akan Gelar Imunisasi Massal ORI

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat menjadi wilayah terkonfirmasi kasus Difteri dan dilaporkan ada empat warga yang dinyatakan positif, dimana satu diantaranya yakni HS seorang anak berusia 8 tahun asal Pekon Hujung meninggal dunia usai terpapar virus berbahaya tersebut.

Sebagai langkah penanggulangan, unsur pimpinan kecamatan (USPIKA) yang dihadiri Camat Belalau Mat Suhyar S.I.P, Kepala UPT Puskesmas Kenali Romaita, Dinas kesehatan, seluruh Peratin, Korwil Pendidikan dan K3S mengadakan rapat tingkat kecamatan dalam rangka persiapan pelaksanaan imunisasi massal Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri, bertempat di Aula Puskesmas setempat, Senin (8/5/2023).

BACA JUGA:PPPA Ajak Guru Sekolah dan Orang Tua Ikut Berperan Menekan Kekerasan Terhadap Anak

Menyikapi upaya penanggulan itu Camat Belalau Mat Suhyar mengajak seluruh lapisan agar dapat proaktif mendukung pelaksanaan imunisasi massal ORI Difteri yang akan dilaksanakan pada 9 hingga 11 Mei 2023 mendatang di tiga pekon meliputi Pekon Hujung, Serungkuk dan Sukamakmur dengan total sasaran sebanyak 1.875 jiwa.

"Selain pelaksanaan imunisasi massal ORI Difteri di tiga pekon, kita juga akan melaksanakan upaya Kejar atau melengkapi imunisasi di tujuh pekon yakni Pekon Bedudu, Kejadian, Kenali, Sukarame, Pajaragung, Turgak dan Bumiagung. Untuk itu dimohon kerjasama dari semua pihak terutama seluruh peratin untuk dapat mengawal kelancaran imunisasi ORI Difteri maupun kegiatan Kejar di masing-masing pekon," pintanya.

BACA JUGA:Bulan Ini, Bansos CPP Tahap II di Lambar Disalurkan

Dilain pihak, Kepala UPT Puskesmas Kenali Romaita mengatakan, pelaksanaan imunisasi massal ORI Difteri dengan sasaran sebanyak 1.875 jiwa di tiga pekon itu diperuntukkan bagi kalangan usia 2- 39 tahun. 

Selanjutnya untuk kegiatan Kejar atau melengkapi imunisasi yang akan dilaksanakan di tujuh pekon sasarannya ialah kalangan usia 2 tahun kebawah.

BACA JUGA:Indonesia Mendapat Tambahan 8.000 Kuota Haji

"Ya jadi pelaksanaan imunisasi massal ORI Difteri dan Kejar ini adalah sebagai langkah penanggulangan kasus difteri yang dimana di Kecamatan Belalau khususnya di Pekon Hujung ada empat warga yang terkonfirmasi positif difteri, satu orang meninggal dunia," jelasnya.

Empat warga yang dinyatakan positif difteri itu ialah HS (8), B (9), K (33) dan FA (35). 

BACA JUGA:Bima Dinilai Sudah Keterlaluan, Ahmad Sahroni Hilang Respect

Empat orang yang terkonfirmasi Itu, satu diantaranya terpapar dari HS anak berusia 8 tahun yang lebih dulu meninggal dunia setelah terpapar virus difteri tersebut. 

Sementara dua orang lainnya sudah mempunyai keluhan sebelum HS terpapar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: