Diduga Lakukan Perbuatan Asusila, Oknum Dosen Itera Disanksi Karena Langgar Kode Etik

Diduga Lakukan Perbuatan Asusila, Oknum Dosen Itera Disanksi Karena Langgar Kode Etik

Ilustrasi-freepik.com-

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dua oknum dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) dikabarkan digerebek karena diduga melakukan perbuatan asusila di wisma dosen beberapa waktu lalu.

Menanggapi kabar tersebut, Rektor Itera melalui Sub Koordinator Humas Itera Rudiyansyah memberikan klarifikasi.

Pihak Itera membantah adanya penggerebekan terhadap dua oknum dosen yang diberitakan sejumlah media online.

BACA JUGA:Kenapa Advokat Terkesan Banyak dari Suku Batak (Bagian 2)

Menurut keterangan Rudiyansyah, pada Kamis 16 Februari 2023 satuan keamanan kampus memang melakukan tindakan terhadap dua oknum dosen berinisial ST dan ATS.

Namun bukan penggerebekan dan merupakan tindakan penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang setiap saat dilakukan di lingkungan kampus kepada sivitas akademika terkait jam malam.

”Intinya hanya menegur kedua oknum tersebut. Jadi ketika sudah diluar jam, petugas akan melaksanakan SOP. Baik itu di kampus dan ruang tertutup lainnya," kata Rudiyansyah, dikonfirmasi Senin 20 Februari 2023.

BACA JUGA:BRI Bidik Jadi Leading Global Bank Terbaik Dari Sisi Implementasi ESG

Rudiyansyah juga mengakui jika apa yang dilakukan oleh dosen Itera tersebut telah melanggar kode etik sebagai dosen. 

Karena itu, pihaknya melalui Satuan Pengawas Internal (SPI) memberikan sanksi disiplin kepada keduanya.

"Dua oknum dosen yang dinilai melakukan pelanggaran SOP telah mendapatkan sanksi sesuai ketentuan dari Itera melalui SPI dan komisi disiplin," tandasnya.

BACA JUGA:Hari Terakhir Operasi Keselamatan Krakatau oleh Polda Lampung, Tercatat 908 Pelanggar

Dia juga menegaskan jika Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang disebutkan dan menjadi narasumber dalam sebuah pemberitaan, bukan bagian dari Itera.

"Yang ada hanya lembaga satuan pengawas Internal (SPI), dan SPI Itera tidak pernah memberikan pernyataan resmi apapun kepada media. Karena sumber informasi Itera secara resmi hanya pada Unit Hubungan Masyarakat atau humas," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: