Realisasi Penyerapan APBD Lambar Capai Rp673 Miliar

Realisasi Penyerapan APBD Lambar Capai Rp673 Miliar

Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Lambar Suhendrawati--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Berdasarkan pagu anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lambar tahun 2022 realisasi penyerapan APBD hingga 31 Agustus sebesar Rp673.081.610.627,33 (59,83%) dari target sebesar Rp1.125.134.192.366,00 sehingga yang belum terealisasi sebesar Rp452.052.581.738,67 (40,18%). 

Sementara berdasarkan target anggaran kas (Angkas) realisasi penyerapan APBD Kabupaten Lambar sampai dengan bulan Agustus 2022 mencapai Rp673.081.610.627,33 (75,44%) dari target anggaran kas sebesar Rp892.215.056.444,47 sehingga anggaran yang belum terealisasi sebesar Rp219.133.445.817,14 (24,56%).

“Jadi kalau sesuai dengan anggaran kas untuk penyerapan APBD hingga Agustus 2022 telah terealisasi sebesar Rp673 miliar lebih,” ungkap Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Lambar Suhendrawati, S.K.M, M.P, Rabu (21/9/2022)

Dikatakannya, sementara untuk progres fisik yaitu dari jumlah sub kegiatan sebanyak 1.752 hingga Agustus 2022 baru terealisasi 1.626 sub kegiatan. Untuk masing-masing realisasi yaitu 0% terdapat 59 sub kegiatan, 1-50% 400 sub kegiatan, 51-75% sebanyak 591 sub kegiatan dan 76-100 % terdapat 576 sub kegiatan. 

BACA JUGA:Pengunjung Destinasi Wisata di Lambar Tembus 1 Juta Wisatawan

Masih kata Suhendarwati, untuk realisasi penyerapan anggaran tertinggi berdasarkan anggaran kas yaitu Rumah Sakit Alimuddin Umar (RSAU) dari target Rp33.712.615.054 telah terealisasi Rp32.933.176.171 (97,69%), Dinas Perikanan dari target Rp3.605.271.068 telah terealisasi Rp3.365.347.237 (93,35%) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dari target Rp2.466.618.550 telah terealisasi Rp2.231.355.111 (90,46%).

Sedangkan realisasi penyerapan anggaran terendah berdasarkan anggaran kas yaitu Dinas Kesehatan dari target Rp121.294.507.835 namun baru terealisasi Rp52.938.660.073 (43.64%), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari target Rp4.058.395.189 namun baru terealisasi Rp1.966.190.636 (48,45%) serta Dinas Pengendalian Penduduk, KB Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) target Rp9.524.964.207 baru terealisasi Rp4.783.325.686 (50,22%)

“Kita minta agar OPD melakukan konsolidasi dengan jajarannya dan mengupayakan pengejaran target sesuai dengan anggaran kas,” tegas Hera---sapaan Suhendrawati.

Selain itu, Hera juga berharap OPD tersebut akan mempedomani lagi tentang anggaran kas yang sudah disusun sesuai dengan perencanaan, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap proses pelaksanaan kegiatannya. Dengan demikian jika ada kendala bisa dicarikan solusi secepatnya.

“Kita berharap kepada OPD untuk melakukan penyerapan anggaran sesuai dengan anggaran kas,” pungkas dia. (lus/mlo)

 

Sumber: