Pasca Dilanda Puting Beliung, BPBD Lambar Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrim

Pasca Dilanda Puting Beliung, BPBD Lambar Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrim

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap dampak cuaca ekstrim di kabupaten setempat.

Hal itu menyusul adanya bencana puting beliung yang menerjang Pemangku Pardasuka, Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, hingga memporak-porandakan delapan rumah warga setempat Sabtu 20 Agustus 2022 sekitar pukul 15:30 WIB.

Kepala BPBD Lambar Padang Priyo Utomo, S.H, mengatakan, saat ini cuaca ekstrim tengah melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Lambar. Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan pun terus dilakukan oleh BPBD Lambar.

“Jadi kami imbau warga waspada ditengah cuaca Ekstrim, Tim BPBD melalui Pusdalops selalu siap baik antisipasi maupun penanganan, seperti bencana puting beliung di Pekon Hanakau tadi sore,” ujarnya

BACA JUGA:Disapu Angin Puting Beliung, 8 Rumah di Pekon Hanakau Rusak

Selain itu, terkait langkah kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrim pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait terutama pemerintah kecamatan dan pekon untuk memastikan kesiapan dari Satgas Penanggulangan Bencana (PB) pekon dan tagana.

“Satgas bencana pekon selalu standby sekaligus  meningkatkan koordinasi dengan melaporkan kondisi di masing-masing wilayah agar apabila jika terjadi bencana dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebanyak delapan rumah warga di Pemangku Pardasuka, Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat mengalami kerusakan akibat disapu angin puting beliung pada Sabtu (20/8/2022) sekitar pukul 15:30 WIB.

Delapan rumah rusak tersebut tiga diantaranya yakni milik Eliyana, Ahmad Makrus, Prayitno mengalami rusak sedang dan lima rumah rusak ringan milik Eko, Nur Asiam, Indra Samsi, Mulyadi dan Mujahidin.

BACA JUGA:Diisukan OTT KPK, Ini Kekayaan Rektor Karomani

Peratin Hanakau Rosidah melalui Kepala Pemangku Pardasuka Irawan Hamid membenarkan kejadian tersebut, peristiwa itu  memporak porandakan atap rumah hingga gudang agen sayur.

"Total ada delapan unit rumah yang rusak, empat rusak sedang dan empat lainnya rusak ringan. kerusakan rata-rata terjadi pada bagian atap rumah dan teras. Selain itu sejumlah kabel listrik juga terputus," jelasnya.

Menurutnya tidak ada korban dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. "Tidak ada korban, hanya kerugian materil," imbuhnya.

Ia menampakkan, kejadian itu terjadi sekitar satu jam setelah wilayah itu dilanda hujan deras, tepatnya atau tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB.

"Pasca kejadian, warga sedang bergotong royong membantu mengumpulkan material atap yang terbawa angin sekaligus membantu memperbaiki atap rumah korban," imbuhnya.(edi/mlo)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: