Normalisasi Sejumlah Sungai di Lambar Dikebut

Normalisasi Sejumlah Sungai di Lambar Dikebut

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Normalisasi tiga sungai di Kabupaten Lampung Barat, yang kerap meluap dan menyebabkan banjir terus dikebut oleh pihak rekanan. Saat ini pengerjaan berkisar 30 hingga 40 persen.

Kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Alex Wijaya, ST., mengatakan, pada tahun anggaran 2022 ini ada sejumlah  sungai yang dilakukan normalisasi, yakni Way Heru Sekunyir di Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) senilai Rp180 juta lebih, Way Sebukau di Kecamatan Lumbokseminung dan Way Besai di Kecamatan Sumberjaya dengan masing-masing senilai Rp300 juta lebih.

"Untuk normalisasi Way Heru Sekunyir di Kecamatan BNS sudah mau selesai, sementara untuk Way Sebukau di Kecamatan Lumbokseminung dan Way Besai di Kecamatan Sumberjaya pengerjaannya sekitar 30-40 persen," ungkap Alex mendampingi Kepala DPUPR Ir. Hi. Ansari, Rabu 10 Agustus 2022.

Dikatakannya, saat musim penghujan wilayah sekitar sungai-sungai tersebut kerap mengalami banjir, hal ini dikarenakan terjadinya pendangkalan akibat tumpukan sedimen.

BACA JUGA:Ingin Ikut Upacara HUT RI, Ayah-Anak Naik Motor dari Medan ke Istana Merdeka

”Terjadi penumpukan sedimen pada dasar sungai, hal ini menyebabkan  saat debit air  sungai naik, meluap ke daratan dan dampaknya menyebabkan banjir dan merugikan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, karena pada tahun anggaran 2021 lalu anggarannya  terbatas sehingga belum dilakukan penanganan secara optimal, karena itu tahun anggaran 2022 ini kembali dianggarkan untuk penanganan lanjutan dua sungai tersebut.

Normalisasi sungai, lanjut dia, merupakan penanganan yang cukup efektif menyelesaikan persoalan banjir yang kerap terjadi utamanya saat musim penghujan, dengan normalisasi sungai juga mampu mengurangi resiko erosi sungai.

”Sedimen yang diangkat dari dasar sungai akan ditempatkan di sepanjang bibir sungai, dengan demikian menjadi talud, sehingga saat  debit air sungai meningkat tidak akan meluap ke areal persawahan dan pemukiman, dan sejauh ini dengan normalisasi yang dilakukan di sejumlah sungai mampu  mengurangi resiko banjir,” ujarnya.

Menurut dia, di sejumlah wilayah di Lambar seperti di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BNS) sejak dilakukannya normalisasi sungai di wilayah itu, banjir sudah jarang terjadi. (nop/mlo)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: