Terpecah Dua Kelompok, Kawanan Gajah di Suoh Merepotkan Petugas

Terpecah Dua Kelompok, Kawanan Gajah di Suoh Merepotkan Petugas

--

LAMBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID - Upaya blokade dan penghalauan kawanan gajah di Pekon Sumberagung Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat terus dilakukan. 

Kawanan gajah tersebut diketahui terpecah menjadi dua kelompok, salah satunya kelompok masih berada tidak jauh dari kantor Camat Suoh.

Camat Suoh Dapet Jakson, S.Sos., mengungkapkan, pihaknya bersama dengan petugas TNBBS Resort Suoh, Satgas Penanganan Konflik Gajah, TNI, Polri dan masyarakat melakukan blokade dan penghalauan kawanan gajah tersebut pada Kamis malam 4 Agustus 2022.

Menurutnya, keberadaan kawanan gajah ini cukup merepotkan, mengingat kawanan gajah terpecah menjadi dua kelompok, dan salah satu kelompok berada kurang dari satu kilometer dari pemukiman dan kantor camat setempat.

BACA JUGA:DP2KBP3A dan LPAI Lambar Tinjau Tersangka Pembunuh AP

"Karena kawanan gajah ini terpecah menjadi dua kelompok, maka petugas yang melakukan penghalauan juga terbagi menjadi tiga kelompok dalam melakukan penghalauan agar kawanan gajah ini tidak merangsek ke arah permukiman," ujarnya.

Keberadaan kawanan gajah tersebut, lanjut dia, sangat meresahkan masyarakat dan hingga saat ini belum ditemukan solusi perihal konflik yang hampir terjadi sepanjang tahun tersebut.

"Masyarakat selalu merasa was-was, khawatir kawanan gajah masuk pemukiman, terlebih untuk beraktivitas di kebun masyarakat juga merasa takut. Sementara untuk solusi menyelesaikan konflik tersebut belum juga ada, penggiringan sering dilakukan tetapi tetap kembali lagi," ujarnya.

Sebelumnya, kawanan gajah terpantau berjarak sekitar 700 meter dari Kantor Camat Suoh, yang masuk dalam wilayah Pekon Sumberagung.

BACA JUGA:Waspada! Kawanan Gajah Dekati Kantor Camat Suoh

Anggota DPRD Lambar yang juga Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Konflik Gajah Suoh Sugeng Hari KInaryo Adi, didampingi Anggota Satgas Agheng Suprastyo Ali menyampaikan, beberapa waktu lalu pihaknya yang dikomandoi pihak Balai Besar TNBBS, dalam program patrol NGO, penggiringan sudah sampai ke Hulu Way Mendati mendekati Kecamatan ngambur Kabupaten Pesisir Barat, namun dua hari terakhir kembali mendekati Pekon Ringinsari dan Pekon Sumberagung Kecamatan Suoh.

”Selanjutnya dengan turunnya kembali 18 ekor gajah tersebut kami kembali melakukan penggiringan menuju arah Telaga Biru, namun ada tujuh ekor yang berbelok jaraknya hanya 700 meter dari pemukiman,” ungkapnya.

Dengan keberadaan tujuh ekor gajah yang mendekati pemukiman tersebut, kata dia, pihaknya kembali melakukan blokade dan penghalauan agar tidak masuk ke pemukiman, sementara untuk penggiringan tidak memungkinkan untuk dilakukan karena kondisi medan yang curam mencapai 90 derajat.

”Kami juga melalui aparat pekon menyampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada, dan untuk sementara tidak beraktifitas di sekitar lokasi kawanan gajah terpantau, dan melakukan pencegahan seperti mengumpulkan ban bekas untuk dibakar pada malam hari,” imbuhnya. (nop/mlo)

 

Sumber: