Limbah Aspal di Lamtim 80 Persen Tertangani, DLH Lampung: Itu Tidak Mempengaruhi Ekosistem Laut

Limbah Aspal di Lamtim 80 Persen Tertangani, DLH Lampung: Itu Tidak Mempengaruhi Ekosistem Laut

--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung mengklaim limbah oli dan aspal kebocoran pipa milih anak perusahaan PT. Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) yang mencemari lingkungan Pantai Kerangmas, Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur tidak berpengaruh terhadap kehidupan nelayan setempat.

"Sejauh ini limbah ini kayaknya tidak mempengaruhi kehidupan para nelayan dalam mencari mata pencarian,"kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung Emilia Kusnawati saat dimintai keterangan, Kamis 21 Juli 2022.

Ia juga mengatakan ekosistem laut pun terjamin aman karena limbah perusahaan itu tidak mengendap dibawah laut melainkan diatas permukaan dan pinggir pantai. Jadi tidak ada biota laut yang meninggal atau rusak.

"Kita juga belum mendengar ada kematian  yang  berpengaruh besar terhadap ekosistem laut misalnya biota-biota laut mati atau rusak, karena kan limbah ini dia diatas tidak sampai tenggelam jadi tidak mempengaruhi karang," ungkapnya. 

BACA JUGA:Kebocoran Pipa PHE OSES Belum Berdampak ke Perairan Pahawang

Lanjutnya, memang masih ada sisa-sisa limbah yang belum tertangani dengan baik sehingga diperlukan transporter yang memang standby untuk mengumpulkan limbah yang masih berserakan di pinggir laut.

"Jadi sisanya tetap ada namanya terbawa ombak jadi sisa dikit-dikit. Misalnya ada pohon akarnya kena limbah jadi harus diambil biar pohon itu tidak mati," katanya. 

"Itu yang dipinggir pantai sudah diminta untuk dibersihkan tapi memang ada sisa-sisa sedikit yang terbawa ombak. Dan saya bilang kepada mereka pihak perusahaan untuk standby di pinggir laut untuk mengumpulkan limbah tersebut," sambungnya. 

Dia juga mengaku sampai saat ini pihak transporter yakni PT. Rahmad Rizki Abadi  telah mengumpulkan kurang lebih 40 ribu karung limbah. 

 

"Limbah itu sudah tertangani 80 persen kurang lebih 40 ribu karung limbah yang terkumpul," pungkasnya (ded/mlo)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: