Polresta Bandar Lampung Luncurkan Sistem Patroli Berbasis Barcode 'Janji Jaga'

Polresta Bandar Lampung Luncurkan Sistem Patroli Berbasis Barcode 'Janji Jaga'

Lewat Barcode, Patroli Polisi Kini Lebih Akuntabel dan Terukur--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Polresta Bandar Lampung kembali menghadirkan inovasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan meluncurkan sistem patroli cerdas berbasis barcode bernama “Janji Jaga”.

Program ini dirancang untuk menekan angka kriminalitas melalui pola patroli yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel.

Sebagai bagian dari implementasi, Polresta telah memasang sejumlah kotak patroli ber–barcode di lokasi-lokasi rawan tindak kejahatan.

Setiap kotak menjadi titik wajib kunjung bagi petugas yang sedang bertugas. Saat tiba di titik tersebut, anggota melakukan pemindaian barcode, mengisi identitas, serta melaporkan kondisi situasi yang mereka temukan.

BACA JUGA:Komisi IV Desak Disdik Revisi Anggaran: Dari BOSDA, Siger, hingga MBG

Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, mengatakan bahwa inovasi ini sejatinya merupakan penyempurnaan dari sistem patroli yang sejak lama dikenal di dunia kepolisian.

“Kotak patroli ini sudah ada sejak saya pertama kali menjadi polisi. Banyak yang bilang konsep ini jadul, tapi bukan soal kotaknya. Yang penting adalah filosofi tanggung jawab anggota untuk hadir, datang, dan membuka komunikasi dengan masyarakat,” ujar Kombes Pol Alfret.

Menurutnya, keberadaan kotak patroli bukan sekadar simbol, namun juga menjadi sarana penghubung antara polisi dan warga.

Melalui kotak ini, masyarakat dapat memasukkan saran, keluhan, atau informasi keamanan secara langsung kapan saja.

BACA JUGA:RKA 2026: Komisi I Minta Program Umrah Tidak Jor-joran dan Lebih Terverifikasi

Dalam mekanisme baru ini, Kapolresta menegaskan bahwa pemindaian barcode bukan satu-satunya kewajiban petugas di titik patroli.

Setiap anggota diwajibkan melakukan patroli jalan kaki mengelilingi area sekitar kotak untuk memastikan laporan yang mereka isi benar berdasarkan pengamatan langsung.

“Ketika anggota sampai di kotak patroli, mereka tidak cukup hanya barcode lalu mengisi laporan. Mereka harus jalan kaki mengelilingi area tersebut. Bagaimana mau mengisi kondisi situasi kalau tidak dipatroli? Jadi pemindaian barcode hanyalah awal, bukan akhir,” tegasnya.

Laporan-laporan yang masuk setiap hari akan dipantau oleh para Kanit Patroli untuk memastikan tindak lanjut di lapangan benar-benar dilakukan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait