Seorang Guru Asal Lamteng Lolos Jadi Tenaga Pendidik SILN di Kairo

Seorang Guru Asal Lamteng Lolos Jadi Tenaga Pendidik SILN di Kairo

Medialampung.co.id - Sebuah prestasi ditorehkan salah satu guru SMAN 1 Seputihmataram, Lampung Tengah. Deka Andriani, M.Pd. lolos menjadi tenaga pendidik Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) setelah melalui tahapan tes dan persyaratan.

Deka Andriani yang merupakan salah satu guru bidang studi ilmu biologi sekaligus Wakepsek Bidang Humas SMAN 1 Seputihmataram ini berhasil akan bertugas di Kairo, Mesir, pada 2022.

"Saya ikut bangga salah satu guru dari wilayah kerjanya bisa berhasil terpilih untuk menjadi tenaga pendidik sekolah Indonesia di kairo. Ini menjadi sejarah baru bagi SMAN 1 Seputihmataram yang sukses go international. Ibu Deka juga telah menunjukkan dedikasinya karena pernah terpilih sebagai Guru Berprestasi SMA Lamteng 2019 dan pernah menjadi pendamping guru penggerak angkatan I,"  kata Kepala SMAN 1 Seputihmataram Drs. I Made Tantra, M.M.

Made Tantra melanjutkan, tentunya ini menjadi teladan bagi semua tenaga pendidik di lingkup SMAN 1 Seputihmataram. "Ini juga diharapkan akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh guru di Indonesia yang berkesempatan sama untuk berprestasi di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Sedangkan Deka Andriani mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan yang dicapai untuk mengabdi bagi anak-anak bangsa Indonesia di luar negeri.

"Saya mengikuti seleksi penerimaan guru dan tenaga kependidikan SILN 2021. Alhamdulillah setelah mengikuti beberapa tahap tes, saya berhasil lulus dan terpilih menjadi tenaga pendidik di Kairo. Ini akan menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk lebih banyak belajar di negara orang. Semoga saya akan mampu mengabdi dengan baik dan memberikan yang terbaik untuk bangsa ini," ungkapnya.

Diketahui tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka formasi guru atau tenaga pendidik untuk beberapa SILN yang ada di Tokyo (Jepang), Kairo (Mesir), Bangkok (Thailand), Singapura, Kualalumpur (Malaysia), Kinabalu (Malaysia), Den Haag (Belanda), serta Riyadh dan Jeddah (Arab Saudi).

Ada tiga tahapan tes yang dilakukan agar bisa  mengisi formasi itu. Yakni seleksi administratif dengan cara mengunggah berbagai berkas persyaratan. Kemudian mengikuti tes lanjutan berupa microteaching,  psikotes, TOEFL, dan tes kejiwaan. Selanjutnya pada  tahap akhir, peserta melakukan wawancara dengan panitia Kemendikbud. Tes dilaksanakan pada Februari-Juni 2021. (rnn/sya/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: