Mengenal Hahiwang: Seni Tutur Penuh Emosi dari Lampung
Hahiwang adalah seni tutur yang mencerminkan kedalaman emosi dan kearifan lokal masyarakat Lampung. - Foto: Instagram dewankesenianpesbar--
MEDIALAMPUNG.CO.ID -Indonesia kaya akan warisan budaya yang tersebar di seluruh wilayahnya.
Salah satu kekayaan budaya tersebut adalah hahiwang, seni tutur khas dari daerah Pesisir Barat, Lampung.
Meskipun tidak seterkenal seni musik atau tari, hahiwang menyimpan nilai emosional dan budaya yang sangat dalam.
Apa Itu Hahiwang?
Hahiwang adalah seni tutur lisan tradisional yang mengungkapkan perasaan mendalam seperti kesedihan, kerinduan, kehilangan, dan penyesalan.
Kata ini berasal dari bahasa Lampung yang bermakna menangis atau meratap. Ia dilantunkan dengan nada mendayu dan irama lambat, yang menciptakan suasana haru dan menyentuh hati.
Seni ini bukan sekadar nyanyian biasa. Ia menjadi media untuk menyampaikan isi hati yang sulit diungkapkan dengan kata-kata biasa. Lewat hahiwang, seseorang bisa menyalurkan rasa duka atau rindu secara lebih dalam dan puitis.
Fungsi dalam Kehidupan Masyarakat
Dalam kehidupan masyarakat Lampung, hahiwang memiliki banyak fungsi. Ia sering dijumpai dalam acara adat seperti pernikahan atau prosesi perpisahan.
Ketika keluarga melepas anak perempuannya untuk menikah, misalnya, seni ini digunakan sebagai bentuk ungkapan perasaan yang tidak mampu disampaikan langsung.
Selain di upacara adat, hahiwang juga hadir dalam momen sehari-hari. Ketika seseorang merasa kehilangan atau rindu pada keluarga yang jauh, mereka bisa melantunkan hahiwang sebagai pelampiasan perasaan.
Ini menunjukkan bahwa seni ini tidak hanya milik upacara formal, tetapi menjadi bagian dari kehidupan harian masyarakat Lampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




