Sembilan Pekon di Tanggamus Ditetapkan Sebagai Desa Wisata

Sembilan Pekon di Tanggamus Ditetapkan Sebagai Desa Wisata

Medialampung.co.id - Pemkab Tanggamus menetapkan sebanyak sembilan pekon sebagai desa wisata. Sembilan pekon itu tersebar di sejumlah kecamatan. Agar desa wisata tersebut berkembang dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Terkait hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanggamus tahun ini menggandeng konsultan bidang pariwisata untuk memberikan pendampingan.

Menurut Kepala Disparbud Tanggamus Retno Noviana Damayanti, sembilan pekon yang ditetapkan sebagai desa wisata tersebut adalah Pekon Kiluan Negeri Kecamatan Kelumbayan, Pekon Sukaraja Kecamatan Semaka, Sidokaton Kecamatan Gisting, Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur, Pekon Putihdoh Kecamatan Cukuhbalak, Pekon Sumbermulyo Kecamatan Sumberejo, Pekon Sukamaju dan Pekon Muara Dua Kecamatan Ulubelu. 

Penetapan sembilan desa wisata tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Tanggamus No.B.195/39/08/2021 tentang penetapan desa/pekon wisata Kabupaten Tanggamus.

"Untuk tahun ini dua desa wisata yang akan kita berikan pendampingan agar lebih berkembang, yaitu Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur yang memiliki destinasi wisata Airterjun Waylalaan dan Pekon Sumbermulyo Kecamatan Sumberejo yang memiliki Dusun Sailing tempat kerajinan kain tenun Lampung," kata Retno.

Menurut Retno Noviana, dua pekon tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia pada umumnya dan Lampung khususnya.

"Kami ingin dua pekon tersebut menjadi destinasi wisata unggulan, sehingga para turis baik itu lokal maupun internasional dapat tertarik berkunjung," kata Retno.

Dilanjutkan Retno,bahwa untuk membangun sebuah desa wisata dibutuhkan pendampingan oleh tenaga ahli, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) di pekon. Maka dari itu, Disparbud menggandeng Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) untuk memberikan pembinaan sehingga wisata yang ada di pekon layak untuk dijual ke seluruh nusantara bahkan hingga internasional.

"Kita kerjasama dengan IFTA untuk lebih mengeksplorasi destinasi wisata yang ada di Tanggamus, kalau Kiluan dan Gigi Hiu Kelumbayan kan memang sudah terkenal, nah, ini kita mau agar Dusun Sailing Pekon Sumbermulyo dan Pekon Kampung Baru Kecamatan Kotaagung Timur wisatanya bisa lebih dikenal secara luas lagi, tentunya dengan peningkatan SDM masyarakat sekitar khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis)," ujar Retno.

Sementara, Kelik Suryo selaku Program Pengembangan Desa Wisata, IFTA, mengatakan bahwa tim IFTA sudah menelusuri sejumlah objek wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus. Dirinya juga mengakui bahwa potensi wisata di Tanggamus bagus dan menjanjikan.

"Berbicara Kabupaten Tanggamus, berdasarkan penelusuran kami, wah dahsyat sekali potensinya. Selama ini desa di Tanggamus masih wisata desa belum desa wisata, yang namanya desa wisata itu segala potensi di desa bisa bernilai jual, ini yang coba kami kembangkan dengan pembinaan dan penguatan SDM masyarakat," kata Kelik.

Dilanjutkan Kelik bahwa dalam pengembangan desa wisata, IFTA akan bekerjasama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang ada di pekon.

"IFTA disini sebagai pengarah saja, sebab teman-teman di desa masih belum paham tentang konsep desa wisata. Dan kami harap ekosistem wisata di Tanggamus bisa berjalan sehingga pelaku UMKM dan hotel nanti bisa terus terlibat," pungkas Kelik.

Ditambahkan Ketua IFTA, Hendra Perdana bahwa setelah dilakukan pembinaan selanjutnya akan dibuat event pariwisata di Tanggamus dengan mengundang beberapa kepala daerah yang ada di luar Provinsi Lampung dan juga menawarkan paket pariwisata ke turis.

"Nanti begitu masyarakat sudah siap kita akan lakukan uji destinasi, rencananya event digelar pada tanggal 25-28 Februari dipusatkan di Air Terjun Waylaan, konsepnya para kepala daerah yang diundang dan turis kita ajak berkeliling ke wisata di Kabupaten Tanggamus. Rencana ini juga sudah kami sampaikan kepada ibu bupati dan beliau sangat mendukung," kata Hendra.(ehl/rnn/mlo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: