Warga Sukadanaham Keluhkan Aktivitas Pengerukan Bukit
Medialampung.co.id - Warga Sukajadi RT.006 Lingkungan I Kelurahan Sukadaham Kecamatan Tanjung Karang Barat mengeluhkan kegiatan pengerukan bukit di wilayah itu.
Adi Susanto (50) salah satu warga kampung Sukajadi Sukadaham mengaku keberatan dengan aktivitas pengerukan tersebut, karena menurutnya dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat sekitar.
Pengerukan yang sudah berjalan hampir sebulan lebih itu menyebabkan badan jalan sekitar Jl. Haji Agus Salim menjadi becek saat turun hujan dan ketika cuaca panas debu bertebangan kemana-mana.
“Saat warga ingin menanyakan untuk apa kegiatan pengerukan ini kepada pengawas proyek jawaban seperti membentak dengan kata-kata tidak buat apa- apa, warga akhirnya tidak melanjutkan pertanyaan kepada pengawas proyek," jelas Adi.
Dari keterangan Adi Susanto, tanah sekitar 3000 meter itu sebelumnya adalah bekas Embung yang menjadi area tangkapan air saat hujan turun.
“Seminggu yang lalu dari pihak kelurahan dan Bhabinkamtibmas pernah meninjau aktivitas pengerukan yang dilakukan oleh pemilik tanah yang informasinya sih tanah itu milik developer terkenal," terangnya.
Ia menambahkan, seharusnya Pemkot Bandarlampung mengevaluasi izin pengerukan tanah tersebut apakah untuk pembangunan gedung atau untuk apa, karena warga merasa keberatan dengan aktivitas yang dilakukan oleh pemilik tanah tersebut.
“Ini juga seharusnya menjadi perhatian Komisi I DPRD Kota Bandarlampung karena ini berdampak sangat luar biasa jika hujan, sudah ada tanah yang guguran ke jalan dan itu bisa membahayakan pengendara," imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, gorong-gorong di wilayah Sukajadi tidak terlalu lebar, jadi saat terjadi hujan tidak bisa menampung air dan berpotensi menyebabkan banjir.
“Tanah ini termasuk Catchment area (daerah tangkapan air) merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami," terang Adi Susanto.(*/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
