Idul Fitri
Idul Fitri
IDUL FITRI

Konflik Gajah-Manusia Mereda, Wisata Way Kambas Berpeluang Dibuka

Konflik Gajah-Manusia Mereda, Wisata Way Kambas Berpeluang Dibuka

Ist Taman Nasional Way Kambas--

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Harapan pembukaan kembali wisata alam di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) mulai menguat setelah kawasan tersebut ditutup sejak awal Januari 2026.

Penutupan dilakukan bukan tanpa alasan. Pengelola kawasan memprioritaskan penanganan konflik antara gajah liar dan manusia yang masih kerap terjadi di wilayah sekitar taman nasional.

Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, menjelaskan bahwa hingga kini akses kunjungan belum dapat dibuka karena keterbatasan personel yang difokuskan untuk meredam konflik satwa.

“Penutupan ini bukan karena faktor wisata, tetapi karena kami sedang fokus pada penanganan konflik gajah. Dengan jumlah petugas terbatas, kami harus memprioritaskan itu terlebih dahulu,” ujarnya.

BACA JUGA:Rahasia Kulit Lembap Seharian, 5 Kandungan Skincare Wajib yang Harus Kamu Kenali

Meski demikian, peluang pembukaan kembali mulai terlihat seiring dimulainya pembangunan pembatas (barrier) di kawasan TNWK.

Program ini ditandai dengan soft launching oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, pada 26 Maret 2026.

Barrier tersebut dirancang sebagai solusi ganda: melindungi masyarakat desa penyangga sekaligus menjaga kelestarian gajah Sumatera

Zaidi menyebut keberadaan infrastruktur ini menjadi kunci untuk menekan konflik secara berkelanjutan.

“Jika bulan depan barrier sudah berjalan dan konflik mulai berkurang sehingga kebutuhan personel bisa dikurangi, maka kami akan mempertimbangkan untuk membuka kembali,” jelasnya.

BACA JUGA:Program Pinjaman Bunga Nol Persen Dorong UMKM Bandar Lampung Naik Kelas

Namun, ia menegaskan bahwa belum ada kepastian waktu pembukaan wisata. Keputusan akan diambil melalui evaluasi internal dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

“Setelah barrier ini berfungsi, kami akan evaluasi. Kalau sudah memungkinkan, baru diputuskan. Untuk tanggal pastinya belum bisa dipastikan,” tambahnya.

Pembangunan barrier sendiri terus dikebut sebagai solusi jangka panjang konflik yang telah berlangsung puluhan tahun. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait