Kembali Viral! Warga Pemerihan Menyeberang Sungai Bawa Jenazah
Warga pekon pemerihan kecamatan bangkunat, kabupaten pesisir barat, lampung, membawa keranda jenazah menuju lokasi pemakaman umum dengan menyeberangi sungai / Foto -- tangkapan layar facebook @Muchlis Fauzi.--
PESBAR, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Aksi warga Pekon Pemerihan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, yang menyeberangi sungai dengan membawa keranda jenazah kembali menyita perhatian publik setelah video peristiwa itu viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 29 detik yang diunggah oleh akun Facebook Muchlis Fauzi, tampak warga bahu-membahu menyeberangi aliran sungai Way Pemerihan yang cukup deras sambil mengangkat keranda jenazah dengan bantuan pelampung.
Unggahan tersebut dilengkapi dengan keterangan bertanggal Rabu, 14 Mei 2025, yang menjelaskan bahwa lokasi pemakaman umum berada di seberang sungai.
Dalam narasi akun tersebut juga disampaikan bahwa kondisi banjir baru akan mulai, dan diperkirakan dalam waktu satu jam debit air bisa bertambah besar.
BACA JUGA:Polda Lampung Ungkap Hasil Autopsi Jasad Kakak Beradik yang Tewas di Pesisir barat
Pemandangan ini sontak mengundang berbagai reaksi dari warganet yang prihatin sekaligus kagum akan kekompakan warga setempat.
Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris Camat Bangkunat, Darul Hisan, S.Pd., membenarkan bahwa peristiwa itu memang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Pekon Pemerihan harus menyeberangi sungai Way Pemerihan setiap kali hendak memakamkan jenazah karena hingga saat ini belum tersedia jembatan penghubung ke lokasi pemakaman umum di seberang sungai.
“Iya benar, kejadian itu bukan yang pertama. Jika ada warga yang hendak dimakamkan di lokasi pemakaman umum di seberang sungai, maka masyarakat harus menyeberangi sungai karena memang tidak ada jembatan,” kata Darul Hisan.
BACA JUGA:Kecanduan Judi Online, Dua Sopir Angkot Curi Motor Jamaah Masjid Saat Shalat Subuh
Dikatakannya, kondisi geografis wilayah tersebut yang berada dalam kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menjadikan pembangunan infrastruktur seperti jembatan memerlukan izin khusus dari pihak pengelola kawasan konservasi tersebut.
Meski demikian, permasalahan ini bukan hal baru dan sebelumnya sudah sempat dibahas oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.
“Sebelumnya persoalan ini sudah dibicarakan oleh Pemkab Pesbar dan bahkan izin dari TNBBS sudah ada. Hanya saja realisasi pembangunan jembatan tersebut memang belum terlaksana sampai saat ini,” jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya pun berharap agar pemerintah daerah maupun pusat dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




