SMAN 1 Pesisir Selatan Gelar Roots Day

SMAN 1 Pesisir Selatan Gelar Roots Day

Medialampung.co.id – SMA Negeri 1 Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), menggelar kegiatan puncak roots day dan ekspose project profil pelajar pancasila, yang merupakan salah satu bagian dari program sekolah penggerak yang dipusatkan di halaman sekolah setempat, Sabtu (18/12) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pembina wilayah III cabang dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, perwakilan kepala SMA se-Pesbar, Uspika Kecamatan Pesisir Selatan, komite sekolah, serta perwakilan orangtua siswa.

Dalam kesempatan itu, Kepala SMAN 1 Pesisir Selatan, Rodi Satria, S.Pd, M.Pd., mengatakan, sekolah ini merupakan salah satu perwakilan SMA se-Kabupaten Pesbar yang diseleksi dan ditunjuk menjadi sekolah penggerak oleh Kementerian Dikbudristek dalam mengimplementasikan profil pelajar pancasila. Selain itu, dalam acara puncak roots day ini juga bertujuan untuk mengkampanyekan kepada seluruh peserta didik di sekolah setempat.

“Kampanye tersebut melalui agen perubahan yang berjumlah 30 orang peserta (anti perundungan dan kekerasan di sekolah), semua peserta merupakan siswa di sekolah setempat,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, di sekolah ini juga telah mengawali pelaksanaan kegiatan dan sosialisasi pencegahan anti perundungan dan kekerasan, atau kegiatan roots di sekolah dari kegiatan roots 1-10 hari yang telah dilaksanakan pada September sampai November 2021, itu diharapkan kedepan benar-benar memiliki agen perubahan yang maksimal.

“Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan disekolah tidak sampai terjadi adanya perundungan ataupun bullying terhadap siswa sekolah. Dengan begitu siswa maupun guru dalam melaksanakan kegiatan belajar di sekolah dapat lebih nyaman,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam kegiatan puncak roots day ini juga melibatkan seluruh peserta didik dan ekstrakurikuler sekolah yang juga turun menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, dalam pelaksanaan puncak roots day di SMAN 1 Pesisir Selatan ini juga meliputi berbagai kegiatan seperti persembahan tarian adat Lampung, jingle agen perubahan, dan mars pelajar pancasila oleh 30 agen perubahan, hingga pementasan drama dengan tema perundungan atau bullying.

“Acara ini juga sekaligus deklarasi anti perundungan dan kekerasan di sekolah, dengan pemotongan pita. Serta penandatanganan deklarasi anti perundungan,” katanya.

Masih kata dia, kegiatan roots day program anti perundungan dan kekerasan peserta didik di sekolah, diharapkan tidak berhenti sampai saat ini. Namun, harus tetap berkelanjutan untuk mengkampanyekan kepada seluruh peserta didik menghilangkan perundungan dan kekerasan di sekolah. Dengan demikian dapat tercipta pelajar yang berkarakter pancasila, saling toleransi dan menghargai satu sama lain.

Kegiatan ini juga dilaksanakan ekspose project oleh kelas X yang menampilkan hasil project profil pelajar pancasila yang sesuai dengan tema yang diambil SMAN 1 Pesisir Selatan yakni merekayasa teknologi dengan merancang project kebun organik dengan metode tanam Hidroponik NFT dilengkapi dengan alur kewirausahaan.

“Selain itu, pengolahan sampah (daun) organik menjadi pupuk kompos, dan suara demokrasi dengan pemilihan OSIS melalui E-voting,” jelasnya.

Dikatannya, dalam kegiatan itu juga sekaligus pameran hasil praktek project profil pelajar pancasila dari kebun organik Hidroponik berupa keripik kangkung, stick kangkung, pupuk kompos dan aplikasi E-voting. Sedangkan, kegiatan pameran hasil praktek kewirausahaan dari mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dalam kegiatan ini siswa kelas XI dan XII menampilkan vas bunga dari tempurung kelapa, bunga dari kulit jagung, kerajinan tangan dari kayu, dan lain sebagainya.

“Kegiatan puncak roots day ini untuk memberikan edukasi ke peserta didik agar dapat lebih mengenal, dan melestarikan kearifan lokal di Kabupaten Pesbar. Pada acara roots day juga dimeriahkan dengan live acoustic class yang diikuti perwakilan 22 kelas dari kelas X sampai kelas XII,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: